Prancis dan Italia Adu Kedalaman Skuad
Jumat, 02 Okt 2026, 07:09 WIBPARIS - Prancis dan Italia kembali berhadapan dalam laga dua kekuatan tradisional sepak bola Eropa. Pertemuan di Stade de France, Sabtu (3/10) dini hari WIB bukan sekadar pertarungan dua tim besar, tetapi juga ujian terhadap arah baru yang sedang dibangun Zinedine Zidane dan Roberto Mancini.
Prancis datang dengan modal sempurna. Dua pertandingan, dua kemenangan, enam poin. Italia membawa momentum berbeda setelah bangkit dari kekalahan 0-2 melawan Belgia dengan kemenangan telak 4-1 atas Turki. Karena itu, laga Grup A1 UEFA Nations League ini menjadi pertarungan antara konsistensi Prancis dan respons Italia terhadap tekanan.
Zidane menikmati awal yang nyaris ideal dalam masa jabatannya sebagai pelatih Les Bleus. Setelah mengalahkan Turki 1-0 di Kocaeli melalui gol Kylian Mbappe, Prancis kembali meraih kemenangan dengan skor sama ketika menghadapi Belgia di Brussel.
Menariknya, kemenangan atas Belgia justru memperlihatkan satu kekuatan yang ingin dibangun Zidane: kedalaman skuad. Pelatih itu melakukan sembilan perubahan dari tim yang menghadapi Turki. Mbappe absen karena cedera. Sedangkan sejumlah pemain baru mendapat kesempatan tampil. Namun Prancis tetap mampu mencuri kemenangan melalui Michael Olise pada menit ke-88.
Olise masuk dari bangku cadangan dan mengubah pertandingan. Ia membawa bola dari wilayah pertahanannya sendiri sebelum menerobos pertahanan Belgia dan melepaskan penyelesaian yang menentukan. Dua pemain pengganti lain, Ousmane Dembele dan Rayan Cherki, juga memberi energi baru pada fase akhir pertandingan.
Bagi Zidane, situasi itu lebih penting daripada sekadar tiga poin. Prancis menunjukkan bahwa permainan mereka tidak sepenuhnya bergantung pada Mbappe. Ketika sang kapten absen, masih tersedia pemain dengan kualitas untuk menciptakan perbedaan.
âDia adalah talenta murni dan hanya ingin bermain. Anda bisa melihatnya. Dia merasakan permainan. Saya senang bisa berada di sisinya,â ujar Zidane mengenai Olise setelah kemenangan atas Belgia.
Kini Zidane menghadapi Italia di Paris, kota yang memiliki arti khusus dalam perjalanan kariernya. Sebelum menjadi pelatih Prancis, dia menghabiskan lima tahun sebagai pemain Juventus. Pertemuan dengan Italia karena itu memiliki dimensi personal, sekaligus menjadi ujian pertama Zidane di kandang sendiri setelah memulai era barunya dengan dua kemenangan tandang.
Rekor pertemuan juga berpihak kepada Prancis dalam periode terakhir. Sejak kemenangan Italia atas Prancis pada final Piala Dunia 2006, Les Bleus unggul dalam enam pertemuan berikutnya dengan empat kemenangan berbanding dua. Namun sejarah tidak otomatis menentukan pertandingan kali ini.
Italia justru datang dengan kepercayaan diri yang baru pulih. Kekalahan 0-2 dari Belgia pada pertandingan pembuka sempat membuat awal periode kedua Mancini terasa berat. Namun tiga hari kemudian Azzurri memperlihatkan wajah berbeda ketika menghancurkan Turki 4-1 di Bursa.
Mancini melakukan delapan perubahan dan keputusan tersebut menghasilkan respons yang diinginkan. Alessandro Bastoni membuka skor, kemudian Davide Frattesi dan Michael Kayode membuat Italia unggul tiga gol sebelum turun minum. Pio Esposito menambah gol keempat setelah Turki sempat memperkecil ketertinggalan.
Kayode menjadi salah satu cerita utama. Pemain yang menjalani debut senior itu langsung mencetak gol dan memberikan energi di sisi permainan Italia. Pio Esposito juga melanjutkan perkembangan impresifnya dengan mencetak gol keenam dalam 11 penampilan internasional. Lebih menarik lagi, dia tampil bersama saudaranya, Sebastiano Esposito.
Kondisi Tim
Kondisi kedua tim juga membuat pilihan pemain menjadi bagian penting dari pertandingan. Prancis kehilangan Mbappe. Sedangkan Ibrahima Konate dan William Saliba juga tidak tersedia. Jeremy Jacquet sebelumnya dipercaya mendampingi Maxence Lacroix di jantung pertahanan. Andy Diouf dan Lucas Da Cunha bahkan telah memperoleh debut internasional.
Di lini depan, Esteban Lepaul yang tampil melawan Belgia berpotensi digantikan Dembele. Olise juga memiliki peluang lebih besar setelah menjadi penentu kemenangan di Brussel. Italia menghadapi persoalan berbeda. Mateo Retegui tidak dipanggil, sedangkan Giacomo Raspadori mengalami cedera. Moise Kean dan Gianluca Scamacca harus bersaing dengan keluarga Esposito untuk posisi di lini depan.
Nicolo Barella, Gianluca Mancini dan Honest Ahanor termasuk pemain yang berpeluang kembali ke dalam komposisi setelah tidak dimainkan pada laga sebelumnya. ben/G-1
Perkiraan Formasi
Prancis 4-3-3
Maignan
Kalulu, Upamecano, Lacroix, Truffert
Cherki, Kone, Rabiot
Olise, Dembele, Doue
Italia 4-3-3
Donnarumma
Kayode, Mancini, Bastoni, Calafiori
Barella, Fagioli, Tonali
S. Esposito, P. Esposito, Cambiaghi
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Descendants of The Sun Versi Indonesia Tayang 2027
-
Rekomendasi Seru Berakhir Pekan di Jakarta, Ada Pameran Flora Fauna hingga Permainan Tradisional di Setu Babakan
-
Persija Kalahkan Persib 2-1 di Stadion GBK. Denis Kolinger: Kami Layak Menang
-
Polres Kepulauan Tanimbar Padamkan Titik Api di Perladangan Desa Latdalam.
-
OJK Segera Siapkan Mekanisme Pembentukan Harga Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.