AFC Jadi Sarang Mafia mesti Dibersihkan. Buat Lembaga Tandingan untuk Selamatkan Sepak Bola Asia  

Kamis, 16 Okt 2025, 15:33 WIB

JAKARTA – Media Irak menyebut AFC diisi mafia-mafia. AFC telah menjadi sarang mafia. Presiden AFC Salman bin Ibrahim al Khalifa dari Bahrain sudah terlalu lama bersarang di AFC. Dia berkuasa di AFC sejak 2013 menurut Wikipedia. Ini gila, jabatan yang abadi, sungguh sudah terlalu lama. Harus dibuat ketentuan maksimal menjadi presiden AFC.

Sikap tidak netral terang-terangan AFC untuk ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 ini menjadi momentum untuk merombak total AFC. Mungkin merombak dari luar tidak bisa. Kalau begitu perlu dibuat lembaga tandingan. Jepang, Australia, Tiongkok, AFF, dan negara-negara nonjazirah Arab lain harus menginisiasi merintis membentuk lembaga tandingan.

Ket. Foto: mafia afc gagalkan timnas Indonesia — Sumber: ist

Buat new The Asian Football Confederation  atau AFC baru. Jangan biarkan AFC menghancurkan sepak bola Asia dengan sikap tidak netral yang terang-terangan.

Iraq Football Podcast, langsung menyebut AFC sebagai mafia karena merasa Timnas Irak dikerjai oleh Arab Saudi di Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Irak harus puas bermain 0-0 dengan Timnas Arab Saudi dalam laga kedua Grup B Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Iraq Football Podcast lewat akun X @IraqFootballPod, langsung melabeli AFC sebagai mafia.  Mereka menuding Arab Saudi dan Qatar sangat diuntungkan dengan status sebagai tuan rumah di putaran 4.“Selamat datang di Mafia AFC. Qatar dan Arab Saudi lolos Piala Dunia 2026, dengan memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah,” cuit akun tersebut.

Indonesia juga dikerjai AFC baik tempat maupun wasit. Wasit Tiongkok juga sangat merugikan Indonesia. Ini adalah wasit terburuk yang memimpin timnas Indonesia melawan Irak. Indonesia dan Irak dikerjai dari sisi jadwal. Arab memainkan pertandingan pertama Rabu (8 Oktober) dan memiliki waktu istirahat lima hari di antara dua pertandingan. Irak dan UEA hanya punya dua hari.

Lalu, mereka mengungkit lagi perubahan sikap AFC soal pemilihan tuan rumah di Putaran 4. Awalnya, mereka menginginkan fase ini digelar di tempat netral. Namun, akhirnya, Arab Saudi dan Qatar ditunjuk sebagai tuan rumah! Benar mafia ada di AFC dengan lolosnya Arab dan Qatar yang difasiliasi AFC. Mafia-mafia AFC telah memberi karpet merah untuk Arab dan Qatar lolos ke pildun.

Irak memang masih harus berjuang di putaran lima menghadapi Timnas UEA. Fase itu akan dihelat pada 13 dan 18 November 2025 dengan format kandang-tandang untuk memperebutkan satu tiket ke playoff antarkonfederasi. Kenapa sekarang bisa tandang dan kandang. Lalu babak keempat kenapa tidak bisa? Ya, inilah kerjaan mafia AFC untuk meloloskan Arab dan Qatar.

  • afc sarang mafia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.