Gerakan Bersih Sungai Code di Bantul Wujud Nyata Perubahan Budaya Lingkungan

Rabu, 15 Okt 2025, 14:45 WIB

BANTUL - Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Bantul. Dalam momentum World Cleanup Day 2025, pemerintah daerah bersama masyarakat menggelar aksi bersih-bersih di aliran Sungai Code, Padukuhan Bibis, Timbulharjo, Sewon, pada Rabu (15/10). Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga disertai dengan penanaman pohon dan pelepasan benih ikan sebagai langkah pemulihan ekosistem sungai.

Aksi lingkungan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, relawan, komunitas pecinta alam, tokoh masyarakat, santri, hingga warga sekitar. Meski cuaca terik, semangat peserta tidak surut untuk membersihkan bantaran sungai dari tumpukan sampah dan ranting-ranting yang menghambat aliran air. Gerakan ini menjadi simbol kolaborasi lintas generasi dalam menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkab Bantul

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas dan infrastruktur, tetapi membutuhkan perubahan perilaku masyarakat. “Kita membangun ada TPST, ITF, tetapi jauh lebih penting adalah merubah kebudayaan kita. Alat-alat sarana-prasarana pengolahan sampah itu penting, tapi lebih penting adalah perubahan kebudayaan kita. Karena dengan kebudayaan yang berubah, sampah tidak menumpuk, sampah tidak dibuang sembarangan,” kata Abdul Halim.

Menurutnya, program *Bantul Bersama* atau *Bantul Bersih Sampah 2025* bukan sekadar penyediaan tempat sampah atau sarana kebersihan, melainkan gerakan untuk membangun kesadaran baru dalam pola hidup masyarakat. “Bukan hanya tersedianya tong-tong sampah di mana saja, tidak hanya itu. Tetapi Bantul Bersih Sampah itu adalah dimulainya perubahan budaya bersih sampah,” tegasnya.

Salah satu peserta aksi, Al-Farabi dari Pondok Pesantren Nurul Iman, mengaku antusias dapat ikut serta dalam kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa kondisi sungai yang sebelumnya penuh sampah kini tampak jauh lebih bersih berkat kerja sama semua pihak. “Awalnya di sini banyak sampah, alhamdulillah sekarang lebih bersih. Senang kegiatan ini bisa bersama-sama para tokoh dan relawan bergotong royong,” ujarnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.