Wayang Kulit Hidupkan Kembali Spirit Budaya Jawa di Kulon Progo

Selasa, 14 Okt 2025, 17:45 WIB

KULON PROGO - Alun-Alun Wates pada Sabtu (11/10) menjadi saksi hidupnya kembali semangat pelestarian budaya Jawa. Kodim 0731/Kulon Progo bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo menghadirkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Gatotkaca Mbangun Kasatriyan Pringgondani,” sebuah pertunjukan yang sarat makna dan nilai kebudayaan.

Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya nguri-uri kabudayan Jawa yang kini semakin penting di tengah arus modernisasi. “Pagelaran wayang kulit ini merupakan bentuk nguri-uri kabudayan Jawa. Kita harus senantiasa menjaga dan melestarikan kekayaan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Bahkan di luar negeri, banyak yang mengagumi seni karawitan dan wayang, maka sudah sepatutnya kita sebagai pewarisnya terus merawat dan mencintainya,” ujarnya.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkab Kulon Progo

Selain menjadi sarana hiburan rakyat, pertunjukan ini juga berfungsi sebagai ruang refleksi atas nilai-nilai kesetiaan, keberanian, dan tanggung jawab yang diwakili tokoh Gatotkaca. Kisah ini sekaligus menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan semangat masyarakat.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kisah pewayangan tersebut menggambarkan filosofi hidup orang Jawa yang menjunjung tinggi kejujuran, keberanian, dan pengabdian. “Lakon Gatotkaca Mbangun Kasatriyan Pringgondani menggambarkan karakter kesatria yang kuat dan berani. Nilai-nilai itu sejalan dengan semangat masyarakat Kulon Progo untuk terus membangun daerah dengan keberanian, kejujuran, dan dedikasi,” ujarnya.

Pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh dalang Ki Wisnu Hadi Sugito itu disambut antusias warga. Suasana Alun-Alun Wates dipenuhi alunan gamelan, tawa penonton, dan tepuk tangan meriah hingga larut malam.

Kolaborasi antara Kodim 0731 dan Dinas Kebudayaan ini menjadi contoh nyata bagaimana tradisi dan kebudayaan lokal dapat terus dijaga melalui kerja sama lintas sektor. Wayang tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan—menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang menuntun masyarakat menuju harmoni dan ketangguhan.

Pagelaran tersebut membuktikan bahwa di Kulon Progo, kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan hidup yang terus tumbuh bersama masyarakatnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.