Wisata dan Ekraf Kini Juga Menjadi Andalan Ekonomi Bekasi

Senin, 13 Okt 2025, 02:23 WIB

BEKASI – Berbagai bidang dapat menjadi soko guru ekonomi daerah tergantung visi dan kebijakan masing-masing. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) akan menjadi salah satu andalan motor penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Bekasi, Jabar. “Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan memperkuat sektor ini,” tutur Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Dede Mauludin, Minggu (12/10).

Dia mengaku sedang mematangkan pemetaan dan pengembangan destinasi wisata di empat wilayah Kabupaten Bekasi. Ini mencakup peningkatan aksesibilitas serta sosialisasi masif kepada masyarakat. "Selain pengembangan destinasi, kami juga mendorong terbentuknya Creative Hub untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif. Saat ini, bidang ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus kami," kata Dede.

Ket. Foto: ekonomi kreatif — Sumber: ist

Dia menyampaikan ini saat diskusi santai “Jambore Penggiat Pariwisata Kabupaten Bekasi” di Gedung Pusat Pariwisata Bekasi. Dede menjelaskan, beberapa destinasi wisata seperti kawasan Setu menunjukkan progres positif. Kolaborasi lintas sektor juga terus diperkuat untuk memastikan pariwisata tidak lagi dipandang sebelah mata di tengah dominasi kawasan industri.

"Kami ingin menunjukkan bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat," katanya. Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Bekasi, Hairani Tarigan, menegaskan komitmen memajukan sektor pariwisata dan ekraf melalui kolaborasi sejumlah unsur dalam tubuh organisasinya. Ada praktisi, akademisi, perhotelan, asosiasi pelaku wisata, serta perwakilan kawasan industri.

"Bekasi punya potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan nasional. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh Dinas Pariwisata, kami optimistis bisa bersaing bahkan dengan daerah maju seperti Yogyakarta," katanya. Menurutnya, keberadaan kawasan industri justru membuka peluang baru untuk pengembangan wisata minat khusus, ekonomi kreatif hingga promosi destinasi lokal.

Melalui penyelenggaraan Jambore Penggiat Pariwisata 2025, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap tumbuh semangat kolaborasi, peningkatan promosi, dan lahirnya inisiatif kreatif dalam mengembangkan ector pariwisata daerah.

Botram

Sementara itu, kegiatan pelayanan publik berkelanjutan yang bertajuk “Berkolaborasi Terus Melayani (Botram)” yang digelar di Kelurahan Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sukses menghadirkan sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. "Sinergi ini menjadi contoh nyata kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat serta efisien untuk masyarakat," kata Penjabat Sekda Kabupaten Bekasi, Ida Farida, di Cikarang, Sabtu.

Ida menyatakan, inovasi layanan publik yang digagas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi ini digelar di kawasan urban Mutiara Gading City berkat kolaborasi dengan Ispi Group selaku pengelola kawasan perumahan. "Saya mengapresiasi acara Botram di Kelurahan Setia Asih ini. Antusiasme warga sangat tinggi. Ini bukti nyata kolaborasi yang efektif antara pemerintah, warga dan dunia usaha," katanya.

Acara tersebut mendapat sambutan antusias ratusan warga yang sejak pagi memanfaatkan beragam layanan publik terpadu. Sinergi Botram Setia Asih dapat menjadi inspirasi wilayah lain di Kabupaten Bekasi untuk mengembangkan model pelayanan publik berlandaskan kolaborasi lintas sektor.

"Botram adalah wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Pelayanan publik harus dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan warga," ujarnya. Pemkab Bekasi terus mendorong agar aparatur di tingkat kecamatan maupun kelurahan serta desa mampu menciptakan terobosan pelayanan umum yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Pemerintah tidak boleh menunggu, tetapi harus datang langsung melayani. Inovasi seperti Botram sangat relevan dengan semangat reformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik," katanya. Lurah Setia Asih, Dede Firmansyah, berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi.a da PT ISPI Group dan perangkat daerah yang turut memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

"Syukurlah kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons bagus warga. Semua berkat dukungan banyak pihak. Botram kali ini menghadirkan 12 jenis layanan publik untuk lebih dari 500 warga," katanya. Dede menuturkan, berbagai pelayanan publik yang tersedia meliputi administrasi kependudukan, kesehatan, konsultasi hokum, dan perizinan dasar.

Dengan format layanan terpadu, warga dapat mengakses berbagai kebutuhan administrasi dalam satu lokasi. "Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang ke kantor pelayanan. Kami berharap kegiatan Botram dapat menjadi agenda rutin," katanya. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.