Kemendagri Luncurkan SIGROW, Sistem Canggih Pemantau Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Senin, 13 Okt 2025, 17:00 WIB

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi memperkenalkan Sistem Informasi Growth Wilayah (SIGROW), sebuah program inovatif untuk memantau dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah di seluruh Indonesia. Program ini diperkenalkan di Hotel InterContinental Bandung, Jawa Barat, Senin (13/10/2025).

Kepala Biro Perencanaan Kemendagri Ahmad Husin Tambunan selaku penggagas SIGROW menjelaskan, sistem ini dirancang sebagai alat strategis yang membantu pemerintah daerah mengakselerasi kinerja ekonomi sekaligus menjaga stabilitas pembangunan. Ia menyebut, SIGROW merupakan hasil proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV di Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

“SIGROW ini adalah tool percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Kementerian Dalam Negeri bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Pusat Statistik telah merumuskan sembilan langkah konkret untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Husin.

Ia menjelaskan, sistem SIGROW terdiri atas dua komponen utama yang saling melengkapi. Pertama adalah Data Statis, yang memuat sembilan langkah konkret pemerintah daerah (Pemda) dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kedua adalah Data Dinamis, yang mencakup kebijakan, potensi, dan indikator ekonomi daerah sebagai penopang target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.

Husin menguraikan sembilan langkah percepatan yang menjadi inti SIGROW. Langkah-langkah tersebut meliputi percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), percepatan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), serta percepatan pelaksanaan proyek infrastruktur pemerintah. Selain itu, pengendalian harga bahan pokok dan pencegahan ekspor-impor ilegal juga menjadi fokus utama.

Tak hanya itu, langkah strategis lainnya meliputi perluasan lapangan kerja, peningkatan produktivitas sesuai potensi lokal, optimalisasi industri manufaktur, serta penyederhanaan proses perizinan berusaha. Kesembilan langkah ini menjadi fondasi bagi Pemda untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Menurut Husin, SIGROW merupakan tindak lanjut dari kick-off nasional yang dilaksanakan pada 7 Juli 2025. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal kolaborasi antara Kemendagri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, dan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menyiapkan mekanisme pemantauan dan pengawalan pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menambahkan, keberadaan SIGROW diharapkan mampu memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen. Dengan sistem yang terintegrasi, Pemda kini dapat lebih mudah melakukan pelaporan dan evaluasi kinerja ekonomi secara berkala.

“Dengan adanya instrumen yang terintegrasi, arahan yang jelas, serta sistem pelaporan yang sederhana bagi Pemda, diharapkan program ini dapat meningkatkan kesadaran Pemda dan pemangku kepentingan terkait untuk lebih serius dalam mengawal target pertumbuhan ekonomi tersebut,” jelas Husin.

Peluncuran dan sosialisasi program SIGROW di Bandung turut mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta kepala perwakilan BPS dari seluruh Indonesia yang menyambut baik implementasi sistem digital ini.

Sejalan dengan itu, Direktur Pemerintahan, Keuangan Daerah, dan Transfer ke Daerah Kementerian PPN/Bappenas, Anang Budi Gunawan, mengapresiasi inisiatif Kemendagri tersebut. Ia menilai SIGROW menjadi wujud nyata kolaborasi antarlembaga dalam memperkuat pembangunan ekonomi nasional melalui pendekatan berbasis data.

“Terbangunnya tiga pilar upaya bersama akan semakin memperkuat kerja kolaboratif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui program SIGROW,” kata Anang.

Ia menambahkan, tiga pilar utama yang menjadi penopang SIGROW meliputi pemantauan melalui dashboard perkembangan ekonomi terkini, pengawalan lewat rapat koordinasi berkala, serta percepatan melalui intervensi konkret di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, SIGROW diharapkan menjadi pusat kendali digital bagi percepatan ekonomi daerah di seluruh Indonesia.

Program ini menegaskan komitmen Kemendagri untuk terus berinovasi dalam tata kelola pembangunan berbasis data dan kolaborasi. Dengan SIGROW, pemerintah daerah diharapkan mampu mengidentifikasi potensi, mengatasi hambatan, dan memperkuat daya saing wilayahnya secara lebih efektif.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.