IHSG Melemah Lagi, Investor Panik! Drama Perang Dagang AS-Tiongkok Picu Gejolak Pasar

Senin, 13 Okt 2025, 18:45 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring memanasnya kembali hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global dan mendorong aksi jual di pasar saham regional, termasuk Indonesia.

Ket. Foto: Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S

Pelemahan IHSG mencerminkan sentimen risk-off di kalangan pelaku pasar yang memilih menahan diri sambil menunggu arah kebijakan perdagangan kedua negara.

Jika ketegangan berlanjut, volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi, meski fundamental ekonomi domestik yang relatif stabil dapat menjadi penahan tekanan lebih dalam.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (13/10) sore, ditutup melemah 30,66 atau 0,37 persen ke posisi 8.227,20, seiring memanasnya hubungan perdagangan antara AS dan Tiongkok.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,59 poin atau 0,70 persen ke posisi 788,02.

"Indeks saham di Asia sore ini ditutup melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran perang dagang baru antara AS dan Tiongkok, yang merupakan dua negara ekonomi terbesar dunia, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tiga digit atas impor dari Tiongkok," sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.

Ancaman Presiden AS Donald Trump menyusul pengetatan kendali Tiongkok atas ekspor tanah jarang (rare earth), yaitu sekelompok mineral yang esensial dalam produksi berbagai macam barang elektronik, otomotif, dan semikonduktor. Tiongkok mendominasi rantai pasok tanah jarang global.

Pembatasan ekspor muncul setelah AS memberlakukan serangkaian kontrol ekspornya yang menargetkan Tiongkok pada akhir September 2025, meskipun kedua belah pihak mencapai kemajuan dalam perundingan dagang di pertengahan tahun ini.

Pembatasan yang diberlakukan Tiongkok, beberapa di antaranya baru akan berlaku pada November 2025, dapat memberikan dampak besar bagi perekonomian Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, yang memainkan peran penting dalam rantai pasok teknologi dan kecerdasan buatan (AI) global, serta industri otomotif.

Presiden Trump tampaknya terkejut dengan langkah atau kebijakan terbaru Tiongkok, sehingga, pada Jumat (10/10/2025) mengatakan akan mengenakan tarif tambahan 100 persen pada barang-barang impor asal Tiongkok mulai 1 November 2025, memicu kembali prospek perang dagang antara kedua negara.

Tarif baru itu akan meningkatkan total bea masuk atas impor dari Tiongkok menjadi sekitar 130 persen, secara efektif ini adalah embargo dagang, dan sedikit di bawah 145 Tiongkok yang dicapai pada puncak perang dagang pada awal 2025.

Pada Minggu (12/10/2025), Pemerintah Tiongkok mengatakan AS harus berhenti mengancamnya dengan tarif dagang yang lebih tinggi dan mendesak negosiasi lebih lanjut untuk menyelesaikan masalah perdagangan yang belum terselesaikan.

Pemerintah Tiongkok juga menambahkan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk membalas apabila AS tetap melakukan provokasi.

Meskipun Trump mengancam akan mengenakan tarif 100 persen mulai 1 November 2025, namun ia terdengar lebih lunak pada akhir pekan, dengan menyatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja dan AS tidak ingin menyakiti Tiongkok.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang menguat sebesar 2,74 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 1,51 persen dan 1,23 persen.

Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 1,52 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor infrastruktur yang masing-masing turun sebesar 1,48 persen dan 1,41 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TRJA, GZCO, MRAT, ASPI, dan PORT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni POLU, UANG, PPRI, HOPE, dan JECC.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.854.878 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 42,66 miliar lembar saham senilai Rp27,43 triliun. Sebanyak 240 saham naik, 438 saham menurun, dan 126 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 491,64 poin atau 1,01 persen ke 48.088,80, indeks Hang Seng melemah 400,84 poin atau 1,52 persen ke 25.889,48, indeks Shanghai melemah 7,53 poin atau 0,19 persen ke 3.889,50 dan indeks Strait Times melemah 37,22 poin atau 0,84 persen ke 4.389,84.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.