Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gauff Kalahkan Pegula untuk Rebut Gelar Wuhan Open dalam Final Sesama Petenis AS

📅 Senin, 13 Okt 2025, 07:13 WIB | Oleh:
Gauff  Kalahkan Pegula untuk Rebut Gelar Wuhan Open dalam Final Sesama Petenis AS Doc: AFP
Ket. Coco Gauff mencium trofi usai menjuarai Wuhan Open, Minggu (12/10) malam waktu setempat.

WUHAN, TIONGKOK - Coco Gauff mengaku keputusan “keras kepalanya” untuk tetap tampil di Tiongkok meski baru saja melewati US Open yang berat akhirnya terbayar lunas. Petenis berusia 21 tahun itu menaklukkan kompatriotnya, Jessica Pegula, 6-4, 7-5 pada Minggu (12/10) untuk merebut gelar WTA 1000 ketiganya di Wuhan Open.

Kemenangan di Kota Wuhan itu memastikan Gauff menutup turnamen tanpa kehilangan satu set pun setelah bertarung selama 1 jam 42 menit di final. Ia juga menorehkan rekor sebagai petenis pertama di Era Terbuka yang memenangi sembilan final lapangan keras pertamanya secara beruntun.

“Itu rangkaian tur Asia yang luar biasa,” ujar Gauff, yang pekan lalu menembus semifinal di Beijing sebelum menuntaskan perjalanan dengan gelar di Wuhan.

“Saya akan sedikit menggoda JC,” ucapnya sambil tersenyum, merujuk pada pelatihnya, Jean-Christophe Faurel. “Dia awalnya tidak ingin saya datang ke sini karena US Open saya berat, tapi saya harus membuktikan bahwa dia salah. Saya memang orang yang keras kepala, mungkin dia sengaja bilang begitu supaya saya lebih termotivasi.”

Final ini menjadi pertemuan pertama Gauff dan Pegula sebagai lawan setelah sebelumnya mereka kerap bermain bersama di nomor ganda. Dalam laga sesama petenis AS itu, Gauff beberapa kali harus bangkit di set kedua sebelum akhirnya menutup kemenangan.

Kedua petenis menempuh jalur berbeda menuju partai puncak. Gauff hanya kehilangan 16 game sepanjang turnamen, sementara Pegula harus bertarung tiga set di delapan laga sebelumnya selama tur Tiongkok.

Unggulan ketiga Gauff langsung tancap gas di awal laga, merebut enam poin pertama dan unggul cepat 3-0. Namun Pegula, unggulan keenam, bangkit dengan pukulan backhand keras yang membawanya menyamakan kedudukan 4-4. Momentum seolah beralih, tapi Gauff menemukan celah kecil di gim ke-10 untuk merebut set pembuka dalam 47 menit.

Pegula sempat membalikkan keadaan dari ketertinggalan 2-5 saat melawan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka di semifinal sehari sebelumnya, dan tampak siap mengulang kebangkitan.

Sejak akhir Agustus, Gauff memang tengah memperbaiki teknik servisnya bersama pakar biomekanika Gavin MacMillan. Namun servis itu masih rentan di bawah tekanan; ia melakukan enam kali double fault yang memberi kesempatan Pegula memimpin 3-0 di set kedua.

Gauff bangkit dan menyamakan kedudukan, sebelum keduanya saling mematahkan servis. Pegula sempat unggul lewat pukulan drop shot cerdik, namun Gauff membalas dengan torehan 10 poin beruntun hingga akhirnya mengangkat tangan merayakan kemenangan setelah bola voli Pegula melebar di poin terakhir.

“Senang bisa bermain melawanmu, sebagai teman dan sesama petenis Amerika di final ini,” ujar Pegula seusai pertandingan. “Ini final pertama kami berdua, dan itu sangat menyenangkan.”

Pegula, 31 tahun, juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih fisiknya, John Opfer, yang membantunya melewati tur Asia yang melelahkan, termasuk semifinal di Beijing dan posisi runner-up di Wuhan, dalam kondisi panas dan lembab ekstrem.

“Saya rasa belum pernah bermain selama ini dalam waktu sesingkat ini dan tetap merasa bugar,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Upaya Percepatan Pemulihan ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.