Hamas Tidak akan Lagi Memerintah Gaza Pascaperang

Minggu, 12 Okt 2025, 18:14 WIB
GAZA - Sumber dalam Hamas yang dekat dengan komite negosiasi kelompok militan Palestina baru-baru ini mengatakan bahwa kelompok itu tidak akan berpartisipasi dalam pemerintahan Gaza pascaperang .
"Bagi Hamas, tata kelola Jalur Gaza adalah isu tertutup. Hamas tidak akan berpartisipasi sama sekali dalam fase transisi, yang berarti telah melepaskan kendali atas Jalur Gaza, tetapi tetap menjadi bagian fundamental dari struktur Palestina," ujar sumber tersebut kepada AFP.
Dilansir The Guardian, berdasarkan rencana yang diajukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pemerintahan Gaza akan diserahkan kepada badan transisi sementara berupa "komite Palestina yang teknokratis dan apolitis", yang selanjutnya akan diawasi dan disupervisi oleh "Dewan Perdamaian" internasional, yang dipimpin oleh Trump.
Dewan tersebut akan mencakup kepala negara dan pejabat internasional lainnya, termasuk mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.
Badan itu akan mengatur dan menetapkan kerangka kerja untuk pendanaan pembangunan kembali Gaza sementara Otoritas Palestina, entitas politik yang secara nominal bertanggung jawab atas urusan Palestina di Tepi Barat, telah menjalani proses reformasi.
Namun, Hamas telah mengatakan, setidaknya secara publik, bahwa mereka tidak akan melucuti senjata – sebuah poin penting dalam rencana gencatan senjata Trump.
"Hamas setuju untuk melakukan gencatan senjata jangka panjang, dan tidak akan menggunakan senjata apa pun selama periode ini, kecuali jika Israel menyerang Gaza," tambah sumber tersebut.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.