Darurat Sampah! Pemkot Banjarmasin Gerakkan 435 Bank Sampah untuk Selamatkan Kota

Minggu, 12 Okt 2025, 20:56 WIB

BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggerakkan kembali 435 bank sampah untuk mengatasi kondisi darurat sampah setelah penutupan TPAS Basirih. Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR berharap langkah ini mampu meningkatkan kesadaran warga memilah sampah sejak dari sumbernya serta mengurangi volume sampah yang menumpuk di kota.

"Saat ini sudah ada terbentuk sebanyak 435 bank sampah di seluruh kelurahan, ini harus digerakkan signifikan," ujarnya.

Ket. Foto: Salah satu bank sampah di Banjarmasin yang dikelola masyarakat. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemkot Banjarmasin

Dia menyampaikan gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya, mengoptimalkan pemilahan sampah sehingga lebih efektif dan efisien, serta mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih.

Imbas dari gerakan ini, kata dia, kondisi darurat sampah dengan ditutupnya zona aktif TPAS Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup sejak 1 Februari 2025 tersebut mengharuskan sampah dari Kota Banjarmasin diangkut ke TPA Regional Banjarbakula di Banjarbaru.

Hal itu dengan syarat hanya sampah residu yang dapat diterima dan jumlahnya terbatas.

"Kondisi ini mengharuskan kita semua bersinergi untuk mengurangi sampah dari sumber. Salah satu upaya yang telah lama dikenal adalah sistem 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Dalam perkembangannya, muncul bank sampah yang menjadi sistem kolektif untuk menampung, memilah dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi kepada pasar, sehingga masyarakat memperoleh keuntungan finansial dan lingkungan menjadi lebih bersih," katanya.

DLH mencatat, saat ini Kota Banjarmasin memiliki 435 bank sampah, namun yang aktif beroperasi kurang dari 200 unit.

Melalui gerakan reaktivasi ini, pemerintah melakukan inventarisasi dan identifikasi kendala yang menghambat operasional bank sampah di lapangan.

Yamin mengimbau seluruh pengelola bank sampah agar kembali mengaktifkan unit masing-masing serta bersinergi dengan pemerintah kota dalam menyelesaikan persoalan persampahan.

"Keberadaan bank sampah diharapkan dapat memudahkan masyarakat melaksanakan pengelolaan sampah dengan sistem 3R. Karena sebagai penghasil sampah, maka kita yang bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan. Mari ubah perilaku kita dengan membangun literasi baru dalam pengelolaan sampah, yakni 'Sampah Tanggung Jawabku'',” ujarnya.

Dia mengharapkan melalui gerakan ini lebih dari 200 bank sampah di Banjarmasin dapat kembali aktif dan beroperasi secara bertahap guna mempercepat pengurangan volume sampah di Kota Banjarmasin.

  • bank sampah
  • darurat sampah
  • pemkot banjarmasin

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.