Menbud Fadli Zon Ungkap Warisan Lokal Nganjuk Bisa Jadi Potensi Pariwisata
Sabtu, 11 Okt 2025, 10:55 WIBJAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyoroti potensi ekonomi kreatif dan pendidikan dari artefak serta budaya lokal Nganjuk, seperti wayang timplong dan produk turunan kemenyan putih bisa dikembangkan dalam konteks diplomasi budaya dan pariwisata berbasis warisan lokal.
âKementerian Kebudayaan mendukung pengembangan museum dan program edukasi yang berakar pada budaya lokal, agar nilai-nilai sejarah dapat terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,â kata Fadli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menbud saat menerima kunjungan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo di Museum Nasional, Jakarta, turut menyampaikan rencana tindak lanjut lintas lembaga agar proses penelitian, registrasi, dan pengelolaan situs dapat berjalan sesuai kaidah ilmiah.
Pertemuan itu juga menyoroti rencana pengembangan Museum Prasejarah Desa Tritik Nganjuk sebagai pusat pengetahuan, edukasi, dan konservasi budaya lokal yang diharapkan dapat memperkaya khazanah sejarah nasional.
Dalam kesempatan itu, Menbud juga menerima sejumlah bahan dan artefak penting yang diserahkan oleh Disporabudpar Kabupaten Nganjuk yang meliputi fosil dan artefak temuan dari Desa Tritik, dua warangka (sarung keris), produk dupa dari pohon kemenyan putih, dua batu berlian meteorit jenis lonsdaleite, wayang timplong bergambar tokoh Dewi Sekartaji, serta bahan paparan proposal pengembangan kawasan budaya Nganjuk.
Penyerahan itu menjadi simbol kerja sama dan komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk melestarikan sejarah, tradisi, dan kekayaan alam yang memiliki nilai kebudayaan tinggi.
Gunawan juga menyampaikan rencana untuk relokasi Museum Anjuk Ladang ke kawasan LKS Candi Lor, seiring keterbatasan lahan di lokasi saat ini yang dinilai tidak memungkinkan untuk pengembangan lebih lanjut.
Relokasi ini juga mempertimbangkan latar belakang sejarah kawasan Candi Lor yang relevan dengan identitas Anjuk Ladang.
Museum Anjuk Ladang yang saat ini berstatus sebagai museum umum memiliki koleksi yang memadai dan berpotensi untuk ditingkatkan menjadi museum tipe A.
Gunawan Widagdo menjelaskan bahwa wilayah Hutan Tritik di Nganjuk bagian utara menyimpan banyak potensi arkeologis dan geologis, termasuk fosil hewan purba seperti Stegodon, peralatan batu prasejarah, serta fosil pohon kemenyan putih yang menunjukkan adanya jejak peradaban kuno di kawasan tersebut.
Selain itu, masyarakat juga menemukan batu meteorit yang memiliki kandungan logam unik dan bentuk alami menyerupai batu mulia, yang kini tengah dikaji bersama Badan Geologi Nasional.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Liga Europa: Duel Hidup-Mati di Olimpico: Roma dan Bologna Berebut Tiket Perempat Final
-
Agar Tak Kebanjiran Lagi, Warga Rawa Buaya Harus Mau Pindah ke Rusun
-
Playoff Liga Europa: Stuttgart Tantang Rekor Tak Terkalahkan Celtic di Glasgow
-
Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
-
Iran Keluarkan Aturan Baru bagi Kapal yang Transit di Selat Hormuz
-
Memperkenalkan Budaya dan Wisata Pulau Kupang kepada Wisatawan Amerika Serikat
-
Petugas Tertibkan Parkir Liar di Area MRT Lebak Bulus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.