Kaltim Sekuat Tenaga Coba Sukseskan Swasembaga Beras Tahun Depan
Kamis, 09 Okt 2025, 03:15 WIBSAMARINDA â Belakangan daerah-daerah mencoba untuk melaksanakan swasembaga pangan. Saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) mengintensifkan upaya peningkatan luas tambah tanam (LTT) di Provinsi Kalimantan Timur. Caranya, melalui kolaborasi lintas sector. Hal ini sejalan dengan tren positif produksi pangan yang dilaporkan pemerintah provinsi untuk mencapai target swasembada beras tahun depan.
"Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian, Kementerian melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan luas tambah tanam di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur," kata Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan sekaligus Penanggungjawab Swasembada Pangan Kaltim Tommy Nugraha saat dihubungi di Samarinda, Rabu.
Sejalan dengan upaya tersebut, Provinsi Kalimantan Timur melaporkan tren produksi pangan di daerah itu terus menunjukkan peningkatan dengan telah berhasil memanen gabah kering sebanyak 300 ribu ton. Pemerintah provinsi menargetkan angka tersebut dapat meningkat hingga mencapai 350 ribu ton pada akhir tahun ini.
Melalui perluasan lahan sawah seluas 1.800 hektare, Kaltim membidik swasembada beras sebanyak 400 ribu ton pada tahun depan. "Untuk mencapai target tersebut, Kementan telah menjalin koordinasi intensif dengan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur serta seluruh dinas pertanian di tingkat kabupaten," papar Tommy.
Sinergi itu diperluas dengan menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Menurut Tommy, kerja sama dengan BWS menjadi kunci untuk menjamin ketersediaan air yang vital bagi keberlanjutan penanaman padi di sawah.
"Upaya perbaikan infrastruktur air juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum setempat guna memperbaiki saluran irigasi yang rusak atau memerlukan peningkatan fungsi," ungkapnya. Tommy menjelaskan bahwa Kementan menerapkan sistem evaluasi bulanan berbasis tiga warna untuk memantau progres setiap provinsi.
Warna merah menandakan capaian target antara 0-50 persen, kuning untuk 51-80 persen, dan hijau untuk capaian di atas 80 persen. "Alhamdulillah, Kaltim dalam dua bulan terakhir ini berhasil mencapai status warna kuning," ujarnya. Pihaknya optimistis capaian tersebut dapat segera beralih ke warna hijau pada periode mendatang.
Kalsel Swasembada Jagung
Sementara itu, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) sukses mewujudkan swasembada jagung di provinsi itu setelah capaian hasil panen dari program satu juta hektare tanam jagung nasional yang dicanangkan Kementerian Pertanian dan Polri dapat terpenuhi.
"Kinerja Satgas Pangan Polda Kalsel kami nilai sukses berkontribusi dalam mewujudkan swasembada jagung, maka layak diberikan penghargaan," kata Gubernur Kalsel Muhidin di Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu. Muhidin memberikan penghargaan kepada Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan beserta para pejabat utama yang telah berdedikasi dalam Satgas Pangan.
Polda, kata dia, telah mengantarkan Kalsel terbaik nasional dalam Indeks Ketahanan Pangan (IKP) 2025 dengan nilai 81,98 persen yang baru saja dirilis Badan Pangan Nasional. Sebelumnya posisi terbaik satu selalu diraih Provinsi Bali dalam tiga tahun berturut-turut. Muhidin mengungkapkan capaian produktivitas jagung meningkat 35 persen sepanjang masa panen tahun ini dengan total produksi 2.828,27 ton hingga kuartal III pada periode Januari hingga September 2025.
Selain jagung, tahun ini Kalsel juga dapat mempertahankan surplus beras. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir Kalsel selalu menjadi penyangga untuk kebutuhan beras di provinsi lain di Kalimantan. "Karena hanya Kalsel yang surplus beras, sedangkan provinsi lainnya di Kalimantan produktivitas kurang dari kebutuhan," ungkap Muhidin.
Sementara Kapolda Yudha menyatakan, penghargaan dari gubernur merupakan motivasi bagi seluruh jajarannya untuk terus berkarya dan berinovasi mendukung program ketahanan pangan pemerintah. "Keberadaan lahan ketahanan pangan Polda Kalsel di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar ini kami optimalkan tidak hanya untuk budidaya jagung tetapi juga sebagai pusat pelatihan dan edukasi bagi para petani,â katanya.
Kapolda menjelaskan, keterlibatan personel kepolisian dalam bercocok tanam adalah bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat dan turut serta dalam pembangunan daerah di sektor non-konvensional. "Keberhasilan peningkatan produksi jagung provinsi ini pada akhirnya mendorong tercapainya status swasembada," ucapnya.
- Kalsel
- Swasembada Beras
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kelangkaan BBM Belum Pulih, Harga Pengecer di Madina Meroket Imbas Banjir dan Longsor
-
Satgas Pangan Kolaka Siapkan Sanksi Bagi Pedagang Beras yang Jual di Atas HET
-
Isu Dugaan Zionisme Merebak di PBNU, Charles Holland Dicopot dari Penasihat Ketum PBNU
-
Trump dan Raja Charles Saling Memuji Hubungan Istimewa AS-Inggris
-
Kemenhan Serahkan 17,4 Juta Obat-obatan untuk 2.000 Koperasi Merah Putih
-
Kemenhub Berkomitmen Wujudkan Transportasi Rendah Karbon di Indonesia
-
Mahkamah Konstitusi Dorong DPR dan Presiden Evaluasi UU Keselamatan Kerja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.