Banjir Likuiditas! Kemenkeu Targetkan Kredit Tumbuh Dua Digit Lewat Penempatan Dana Rp200 T

Kamis, 09 Okt 2025, 16:48 WIB

JAKARTA – Injeksi likuiditas ke perbankan diharapkan menjadi dorongan baru bagi pertumbuhan kredit yang belakangan cenderung melambat.

Dengan tambahan dana segar, bank memiliki ruang lebih luas untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, terutama UMKM dan industri daerah.

Ket. Foto: Ilustrasi - BNI menjadi salah satu bank BUMN penerima suntikan likuiditas dari pemerintah. — Sumber: Istimewa.

Langkah ini juga menjadi strategi pemerintah untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah tekanan global.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada seberapa besar minat dunia usaha untuk meminjam dan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit secara tepat sasaran.

Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu) menyampaikan bahwa penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mampu mendorong pertumbuhan kredit hingga 10 persen pada akhir 2025.

Diketahui, per Agustus 2025, penyaluran kredit perbankan tercatat sebesar Rp8.075 triliun atau tumbuh 7,56 persen secara tahunan (yoy).

“Dampaknya bagi pertumbuhan kredit, kita harapkan kalau di Agustus masih 7 persen, ini kita harap di akhir tahun bisa menuju 10 persen," kata Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu di Jakarta, Kamis (9/10).

Sebelumnya, pemerintah menempatkan Rp200 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke lima bank anggota Himbara guna memperkuat likuiditas perbankan.

Dari total tersebut, Bank Mandiri mendapat Rp55 triliun, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp55 triliun, Bank Negara Indonesia (BNI) Rp55 triliun, Bank Tabungan Negara (BTN) Rp25 triliun, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp10 triliun.

Febrio memaparkan per 9 Oktober 2025 realisasi penggunaan dana di kelima bank tersebut sudah melampaui 50 persen.

Bank Mandiri telah menggunakan 75 persen, BRI 62 persen, BNI 50 persen, BTN 19 persen, dan BSI 55 persen.

Ia menjelaskan bank cenderung memprioritaskan penggunaan dana pemerintah karena bunga yang ditetapkan lebih rendah dibanding biaya dana mereka.

Pemerintah sendiri melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 menetapkan bunga sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Dengan suku bunga acuan BI di level 4,75 persen, bank hanya membayar bunga 3,8 persen dari dana yang ditempatkan.

"Tadi bukan hanya kita pindahkan cash-nya. Tetapi bunganya lebih murah. Sehingga mereka tentu akan memprioritaskan menggunakan uang ini untuk disalurkan ke sektor riil. Ini yang ingin kita lihat, dan ini memang yang kita harapkan terjadi dengan perpindahan cash tersebut," jelas Febrio.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa bank-bank Himbara mulai bersiap mengajukan tambahan dana meski belum ada proposal resmi.

Selain itu, sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) juga menunjukkan minat terhadap penempatan dana pemerintah.

"Sudah ada permintaan dari beberapa bank yang lain untuk mendapat juga penempatan dana dari pemerintah. Bahkan, kalau enggak salah, saya dengar-dengar bank BJB juga tertarik," ungkap Febrio.

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana memperluas penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) ke BPD, dengan nilai yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing bank.

“Kami lagi diskusi dengan mereka, bisa terima berapa. Kalau waktu bank BUMN kan saya paksa. Saya kirim orang diskusi dengan mereka (bank daerah), saya enggak akan paksa sama mereka,” kata Purbaya saat ditemui usai kegiatan “Prasasti Luncheon Talk” di Jakarta, Rabu (9/10).

Menurut Purbaya, Bank DKI dan Bank Jatim menjadi dua BPD yang paling siap menerima dana tersebut. Purbaya juga telah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Timur selaku pemegang saham mayoritas kedua bank.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.