Bangka Fokus Jaga Keseimbangan Ekosistem dan Kelestarian Alam

Kamis, 09 Okt 2025, 14:11 WIB

BANGKA – Sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian sumber daya alam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH). 

"Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian sumber daya alam," kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangka Thony Marza di Sungailiat, Kamis.

Ket. Foto: manfaat alam sangat besar — Sumber: ist

Ia mengatakan dalam amanat undang-undang itu mewajibkan seluruh pemerintah daerah (pemda) di Indonesia mempunyai rencana yang strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. "Setiap kebijakan pembangunan, pemerintah daerah harus tetap memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan sehingga tidak menimbulkan kerusakan ekosistem yang pada akhirnya dapat menghambat kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dalam penyusunan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pihaknya melibatkan partisipasi masyarakat sebagai aspek penting dalam pembangunan yang berkelanjutan. "Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup memberikan berbagai manfaat nyata seperti dari sisi lingkungan, kerusakan ekosistem dapat diminimalkan, kualitas udara dan air terjaga, serta keanekaragaman hayati dilestarikan," jelasnya.

Sedangkan dari sisi ekonomi, lanjut dia, pemanfaatan sumber daya alam menjadi lebih efisien dan berkelanjutan, sehingga memberikan keuntungan jangka panjang bagi masyarakat. Dari aspek sosial, kata dia, kualitas hidup masyarakat meningkat karena lingkungan yang sehat akan berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Menurutnya, kegiatan pembangunan tanpa ada perencanaan yang mempertimbangkan aspek lingkungan berisiko menimbulkan masalah jangka panjang seperti banjir, kekeringan, polusi, dan degradasi lahan.

Lampung Bantu Gapoktan

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Provinsi Lampung memberikan bantuan berupa traktor tangan, bibit cabai dan bawang kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) di sejumlah kecamatan untuk mendukung terwujud ketahanan pangan di daerah setempat.

"Alat traktor dan bibit cabai yang kami berikan guna mendukung ketahanan pangan serta menekan inflasi yang disebabkan salah satunya karena harga cabai yang merangkak naik," kata Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan bantuan traktor tangan, bibit cabai dan bawang diberikan kepada masyarakat yang tergabung dalam gapoktan di lima kecamatan, yakni Rajabasa, Sukabumi, Sukarame, Kemiling, dan Tanjung Senang. "Semoga ini bisa memberikan hasil panen yang memuaskan bagi para petani," kata dia.

Ia mengakui bahwa Kota Bandarlampung memang bukan daerah pertanian, namun beberapa kecamatan di daerah itu masih memiliki lahan pertanian, seperti Rajabasa, Kemiling, Tanjung Senang, Sukarame, dan Sukabumi. "Lima kecamatan ini kami berikan sedikit bantuan supaya lahan mereka bisa menghasilkan dan produktif," kata dia.

Sebanyak lima traktor tangan diberikan kepada kelompok tani, di antaranya Kelompok Tani Mekar Jaya Kecamatan Rajabasa, Kelompok Tani Maju Bersama Kecamatan Rajabasa, Kelompok Tani Suka Maju I Kecamatan Rajabasa, Kelompok Tani Jaya Bersama Kecamatan Rajabasa, dan Kelompok Tani Harapan Jaya Kecamatan Rajabasa.

Penerima bantuan bibit bawang merah di antaranya Kelompok Wanita Tani (KWT) Sedap Malam Kecamatan Kedaton, KWT Mutiara Ghori Kecamatan Langkapura, dan BPP Kemiling Kecamatan Kemiling, sedangkan penerima bantuan bibit cabai, antara lain Gapoktan Harapan Makmur Kecamatan Sukabumi, Kelompok Tani Tanjung Sido Muncul Kecamatan Sukarame, KWT Harapan Kita Kecamatan Rajabasa, dan KWT Indah Lestari Kecamatan Tanjung Senang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.