BMKG: Peluang La Nina Capai 70 Persen di Indonesia

Rabu, 08 Okt 2025, 19:43 WIB

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan peluang terjadinya fenomena La Nina di Indonesia mencapai 50-70 persen pada periode Oktober 2025 hingga Januari 2026.

"Meskipun demikian, potensi La Nina yang terbentuk diperkirakan hanya berada pada kategori lemah sehingga dampaknya terhadap pola iklim nasional relatif terbatas," kata Koordinator Pusat Layanan Iklim BMKG Supari dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (8/10).

Ket. Foto: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat yang dapat disertai angin kencang diperkirakan terjadi hingga Kamis (9/10). — Sumber: ANTARA/Karel A Polakitan

Menurut dia, pendinginan suhu muka laut di wilayah Pasifik tengah–timur yang menjadi indikator La Nina tidak akan terlalu signifikan.

Dengan demikian, BMKG memprakirakan jika kondisi ini benar-benar terjadi, La Nina yang terbentuk termasuk kategori lemah, dengan dampak yang tidak sebesar La Nina sedang atau kuat.

Supari menjelaskan bahwa pada kondisi La Nina lemah, perubahan sirkulasi atmosfer seperti penguatan angin pasat dan peningkatan konveksi di wilayah barat Pasifik memang masih mungkin terjadi, tetapi intensitasnya tidak cukup kuat untuk menimbulkan anomali curah hujan ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Secara umum, tidak memberikan peningkatan curah hujan yang besar di Indonesia. Pengaruhnya lebih terbatas dan bersifat lokal,” ujarnya.

BMKG juga mencatat suhu muka laut (SST) di perairan Indonesia saat ini terpantau dalam kondisi hangat. Ia menyebut, kondisi ini diperkirakan tetap berlanjut dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan aktivitas konvektif di atmosfer.

“Suhu laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia berpotensi meningkatkan curah hujan hingga 150 persen dari normalnya, terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian tengah dan selatan, serta Sulawesi,” kata Supari.

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi peningkatan curah hujan yang bisa memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan, terutama di wilayah dengan topografi curam dan sistem drainase yang kurang baik.

“Meski La Nina yang diprediksi bersifat lemah, kondisi suhu laut hangat di Indonesia dapat memperkuat potensi hujan lebat di beberapa daerah,” ujarnya.

BMKG akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan informasi iklim secara berkala untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi dinamika atmosfer yang terus berubah. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Telkom Perkuat Bisnis Enterprise, Siapkan Fondasi Digital Indonesia Hadapi Era AI

Gaia Music Festival 2026 Hadirkan RAN hingga Teddy Adhitya, Musik dan Alam Berpadu di Bandung

BTN Luncurkan 9.800 KTM Co-Branding USU, Perkuat Ekosistem Transaksi Digital Mahasiswa

Bikin Kaget! Gempa M 6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Aman dari Tsunami

Keren, Upacara Merah Putih di Bawah Laut Teluk Cendrawasih Bersama Hiu Paus

Menkes: Pemerintah akan Bangun Laboratorium Kesehatan di Seluruh Kabupaten/Kota

PT KAI Wisata Diskon 17 Persen Tiket Layanan Semarak HUT RI ke-81

KCIC Sediakan Promo Tiket Whoosh HUT ke-81 RI

Wamenkum: RUU Kewarganegaraan Atur Kewarganegaraan Khusus bagi Talenta

Kabar Baik Pengguna Motor di Balikpapan! BPH Migas Cek SPBU untuk Layani Pertalite

Bank Bandung Luncurkan “Deposito Cuan di Depan”

Saluran Irigasi Tertutup Longsor! PU Kebut Penanganan Air Bersih Pasca Gempa Flores

Pemprov Jabar Bersama TNI-Polri dan Masyarakat Bertekad Perkuat Komitmen Keamanan

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

Penumpang Rasakan Mobilitas Bandung-Bali Makin Praktis Berkat Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara 

UOB Perkuat Segmen Nasabah Premium dengan Peningkatan Manfaat Kartu Visa

Maskapai Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung

DPRD Kota Bandung: Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Hadapi Berbagai Tantangan

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.