TNK Sosialisasikan Sistem Kuota Wisatawan Demi Kelestarian Taman Nasional Komodo

Selasa, 07 Okt 2025, 04:00 WIB

Labuan Bajo - Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) mensosialisasikan pengaturan kunjungan ke Taman Nasional Komodo melalui penerapan sistem kuota kunjungan wisatawan kepada para pelaku wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Ini membutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak," kata Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga di Labuan Bajo, Senin (6/10).

Ket. Foto: Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga. — Sumber: Antara

Ia menambahkan, sosialisasi yang dilakukan merupakan tindak lanjut diskusi konsultasi publik terkait rencana penerapan kuota kunjungan wisatawan ke TNK yang dilakukan secara bertahap pada bulan Mei-Agustus 2025 bersama asosiasi pariwisata di Labuan Bajo.

"Kita diperhadapkan pada pilihan mau menyelamatkan sumber daya alam dan juga meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pengunjung atau kita mau banyak pengunjung ke taman nasional," ujarnya.

Sistem kuota wisatawan masuk TNK merupakan respon atas banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Pulau Padar yang beresiko melampaui daya dukung daya tampung (DDDT) kawasan tersebut.

"Kemarin viral lagi terkait dengan 'pasar' di Pulau Padar, pasarnya sudah pindah lagi ke Pulau Padar, saya kira ini menjadi atensi pak menteri, pak dirjen dan terhadap hal ini dan kami diinstruksikan segera menerapkan sistem kuota di Taman Nasional Komodo," katanya.

Namun demikian, lanjut dia, penerapan sistem kuota wisatawan ke TNK akan dilakukan secara bertahap dan memerlukan kerja sama seluruh pihak di daerah itu.

"Pasti akan ada forum-forum lagi untuk meminta masukan, pertimbangan atau evaluasi kritikan dan akan kita lakukan seperti ini juga dan terbuka, tidak ada yang harus disembunyikan, terbuka sehingga publik bisa mengetahui rencana-rencana kita ke depan," katanya.

Sementara itu, Koordinator Urusan Kerjasama Humas dan Pelayanan BTNK Maria Rosdalima Panggur mengatakan sistem kuota wisatawan ke TNK saat ini masih dalam proses sosialisasi dan pada bulan Januari-Maret 2025 akan dilakukan uji coba hingga diimplementasikan pada April 2026 mendatang.

"Kami mengatur kunjungan ini ke seluruh kawasan, dengan aplikasi SiOra kami batasi kunjungan maksimal 1.000 orang per hari, karena itu sesuai dengan kajian daya dukung daya tampung kawasan kita di tahun 2018 dan beberapa kajian yang lainnya," katanya.

Data kunjungan wisatawan ke TNK dari tahun ke tahun terus meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda wilayah itu pada tahun 2021. Tercatat kunjungan wisatawan pada tahun 2024 mencapai 340 ribu orang dan jumlah ini sudah mendekati kapasitas atau DDDT berdasarkan WWF-Indonesia bersama BTNK tahun 2018 bahwa maksimum DDDT hanya bisa menerima 350.439 kunjungan wisatawan per tahun.

"Kami mulai intervensi di tahun ini, supaya bisa mengatur kunjungan ini agar tidak melebihi kapasitas daya dukung daya tampung TNK," ujarnya.

Lebih lanjut melihat fakta dan data, lanjut dia, diketahui jumlah kunjungan wisatawan ternyata terpusat pada destinasi Pulau Padar sebagai destinasi wisata favorit. Pada bulan Juli 2025 destinasi itu menerima 32.897 kunjungan namun hanya ramai pada hari-hari tertentu.

"Kita lihat datanya kalau di peak season itu sebagian besar kunjungan banyak ke Pulau Padar dan cuma di hari-hari tertentu, jadi kita mau intervensi di situ sehingga kunjungan itu merata di semua hari sepanjang tahun," katanya.

Nantinya, kata dia, kunjungan ke Pulau Padar akan dilakukan dalam tiga sesi waktu melalui aplikasi SiOra yakni sesi pertama pukul 05.00 WITA hingga pukul 08.00 WITA, sesi kedua pukul 08.00 WITA hingga pukul 11.00 WITA dan sesi ketiga pukul pukul 15.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA.

"Alokasinya kuota itu 300-330 orang per sesi," katanya.

  • Taman Nasional Komodo

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.