Timnas Fokus Matangkan Persiapan
Senin, 06 Okt 2025, 07:41 WIBJAKARTA - Timnas Indonesia fokus mempersiapkan diri menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Latihan perdana di Arab Saudi, Sabtu (4/10) menjadi momentum awal Skuad Garuda, sebelum menghadapi dua laga berat kontra tuan rumah Arab Saudi (8 Oktober) dan Irak (11 Oktober).
Pelatih Patrick Kluivert menegaskan kepuasannya melihat semangat anak asuhnya, meski belum lengkap. âSaya sangat senang. Semangat yang ditunjukkan para pemain luar biasa. Spirit tim sangat tinggi,â ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima Minggu (5/10).
Kluivert memanggil 28 pemain untuk pemusatan latihan. Namun, perubahan terjadi setelah kiper Emil Audero mengalami cedera. PSSI lalu memanggil dua penjaga gawang tambahan: Nadeo Argawinata dan Reza Arya Pratama, untuk melengkapi sektor krusial tersebut. Nadeo bahkan sudah bergabung dalam latihan perdana bersama Maarten Paes dan Ernando Ari.
Meski demikian, Skuad Garuda belum lengkap. Sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri masih membela klub masing-masing hingga 6 Oktober. Situasi ini membuat Kluivert harus bersabar menunggu kedatangan pilar penting seperti Jay Idzes (Sassuolo), Calvin Verdonk (LOSC Lille), dan Kevin Diks (Borussia Monchengladbach).
Dalam latihan perdana di Jeddah, wajah-wajah familiar dari Liga Super sudah terlihat. Pemain seperti Rizky Ridho dan Jordi Amat (Persija), Thom Haye, Beckham Putra, Marc Klok, serta Eliano Reijnders (Persib), turut hadir. Begitu pula dengan duo Malut United, Yakob dan Yance Sayuri, serta Egy Maulana Vikri (Dewa United).
Sementara itu, pemain abroad yang sudah bergabung antara lain Ole Romeny dan Ramadhan Sananta. Khusus Romeny, kehadirannya menjadi sorotan setelah absen panjang akibat cedera patah tulang kaki kanan ketika memperkuat Oxford United di Piala Presiden 2025. Kluivert memastikan kondisi penyerang berusia 25 tahun itu berangsur membaik. âOle berada di jalur yang tepat,â ujarnya. Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa proses pemulihan Romeny masih harus diawasi ketat.
Striker itu menunjukkan tekad besar untuk kembali memperkuat Skuad Garuda. Bahkan, sejak September lalu dia telah menghubungi staf pelatih agar namanya tetap masuk daftar panggilan. Pemulihan yang dijalaninya terus dipantau dan membuka peluang tampil saat menghadapi Arab Saudi. âAnda harus melihat bagaimana reaksi di tempat latihan. Itu yang penting,â tutur Kluivert.
Persiapan Mepet
Persiapan singkat kembali menjadi sorotan. PSSI memastikan seluruh pemain baru akan berkumpul penuh pada tanggal 6 Oktober, hanya dua hari sebelum laga pertama. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengingat Arab Saudi dan Irak merupakan lawan tangguh yang sama-sama membidik tiket Piala Dunia.
Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, menilai, kondisi ini klasik dalam setiap pemusatan latihan timnas. âMemang ini persoalan timnas kan selalu begitu. Waktu persiapan relatif tidak terlalu lama. Operator kompetisi domestik bisa membantu dengan meliburkan pertandingan agar pemain segera bergabung,â ujarnya.
Menurut Kusnaeni, masalah utama justru datang dari para pemain yang berkarir di Eropa. âSebagian besar pemain inti timnas bermain di luar negeri. Akibatnya, beberapa pemain mungkin hanya punya waktu persiapan 2 sampai 4 hari sebelum pertandingan,â tegasnya.
Kusnaeni memperkirakan Kluivert tidak akan melakukan perubahan besar dibanding uji coba bulan lalu melawan Taiwan Taipei dan Lebanon. âDua laga itu mungkin gambaran yang akan disiapkan coach Patrick Kluivert,â tambahnya.
Meski dengan, segala keterbatasan, Kluivert menegaskan Skuad Garuda tetap optimistis. Baginya, semangat latihan perdana menjadi modal penting sebelum menghadapi dua lawan besar.
âLatihan yang kami lakukan berjalan sangat baik. Jadi saya sangat senang dengan latihan pertama ini,â ujarnya.
Kehadiran Ole Romeny yang berjuang pulih, ditambah motivasi para pemain lokal yang lebih dulu bergabung, membuat atmosfer latihan positif. âSaya senang melihat mereka dari belakang lapangan. Kami berhati-hati, tapi juga optimis,â tandas Kluivert.
Dengan target PSSI yang berharap Indonesia mampu menjadi juara Grup B, perjalanan Skuad Garuda menuju Piala Dunia 2026 tinggal selangkah lagi. Kini, semua sorotan tertuju pada Jeddah, tempat di mana sejarah bisa dimulai. ben/G-1
- kualifikasi piala dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Penyaluran Beasiswa Rp1,2 Miliar untuk Cegah Putus Sekolah di Papua
-
Gattuso Sebut Kualifikasi Piala Dunia 2026 Tak Adil, Italia Tertekan di Ambang Play-off
-
Ini Dia! 23 Pemain Timnas Indonesia yang Akan Sungkurkan Arab Saudi
-
Jelang Lawan Arab Saudi & Irak, Jordi Amat Tegaskan Timnas Indonesia Siap Tempur
-
Nagelsmann Bawa Schlotterbeck Kembali, Fuellkrug Dicoret dari Timnas Jerman Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Patrick Kluivert Bicara Soal Kontroversi Wasit Kuwait di Laga Indonesia vs Arab Saudi
-
"Coach" Patrick! Formasi Apa yang Kau Pakai, Tiga Bek Atau Empat Bek?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.