Sabalenka Segar Bugar, Siap Tempur Usai Rehat Pasca-Grand Slam US Open

Senin, 06 Okt 2025, 08:32 WIB

WUHAN, TIONGKOK – Petenis putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, memastikan dirinya dalam kondisi prima dan siap kembali bertanding setelah mengambil jeda usai menjuarai US Open 2025 bulan lalu.

Pekan ini, Sabalenka akan turun di Wuhan Open, turnamen yang begitu akrab dengannya. Rekornya di sana terbilang sempurna: 17 kemenangan tanpa sekalipun kalah, dengan tiga gelar juara beruntun. Tahun ini, petenis Belarusia berusia 27 tahun itu membidik gelar keempat secara berturut-turut.

Ket. Foto: Aryna Sabalenka. — Sumber: AFP

Sabalenka juga tengah bersaing ketat dengan Iga Swiatek dalam perebutan posisi peringkat satu dunia di akhir musim. Kemenangan di Wuhan akan menjadi modal penting untuk mempertahankan statusnya, meski tantangan menanti sejak babak awal. Ia berpotensi menghadapi Anna Kalinskaya atau Rebecca Sramkova di laga pembuka.

“Saya merasa baik,” ujar Sabalenka, yang memutuskan mundur dari China Open di Beijing untuk memberi tubuhnya waktu pemulihan setelah perjuangan panjang di New York.

“Saya tidak ingin memaksa tubuh saya kembali terlalu cepat. Jadi, menurut saya keputusan untuk istirahat penuh selama sebulan adalah langkah tepat. Sekarang saya benar-benar siap secara fisik.”

Musim 2025 Sabalenka memang berwarna. Ia sempat menelan kekalahan menyakitkan di tiga turnamen mayor: kalah di final Australian Open dari Madison Keys, takluk di final Roland Garros melawan Coco Gauff, dan terhenti di semifinal Wimbledon oleh Amanda Anisimova. Namun, semuanya terbalas manis dengan gelar Grand Slam keempatnya di New York.

“Saya menilai musim ini cukup sukses,” tambah Sabalenka. “Target saya tetap sama: terus berkembang, mempertahankan peringkat nomor satu, dan melihat sejauh mana saya bisa melangkah serta berapa banyak gelar yang bisa saya raih.”

Sementara itu, Iga Swiatek akan menjalani debut di Wuhan Open. Petenis Polandia itu bertekad bangkit setelah tersingkir di babak 16 besar China Open oleh Emma Navarro.

Meski begitu, Swiatek masih mengukir prestasi besar tahun ini dengan meraih gelar Grand Slam keenam di Wimbledon, mengakhiri puasa gelar selama 13 bulan. Ia juga menambah dua trofi lain dari Cincinnati dan Seoul.

“Tidak mudah untuk selalu menang dan konsisten setiap saat,” kata Swiatek, yang akan menghadapi pemenang duel Camila Osorio kontra Marie Bouzkova di babak kedua.

Kabar kurang menggembirakan datang dari tuan rumah. Zheng Qinwen, finalis tahun lalu sekaligus idola publik Wuhan, terpaksa mundur karena masih dalam pemulihan pasca-operasi siku kanan.

Sebaliknya, sorotan juga tertuju pada Emma Raducanu. Juara US Open 2021 berdarah campuran Inggris–Tiongkok itu akan melakukan debutnya di Wuhan melawan petenis Amerika, Ann Li.

Raducanu, yang fasih berbahasa Mandarin, masih mencari konsistensi. Dalam dua turnamen terakhir di Beijing dan Seoul, ia tersingkir meski sempat memiliki match point.

“Ini pengalaman yang belum pernah saya alami sebelumnya. Lalu terjadi dua kali dalam seminggu, tentu butuh waktu untuk benar-benar saya cerna,” ungkap Raducanu.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.