Aksi Unjuk Rasa Pro Palestina Rusuh di London, Polisi Tangkap 500 Orang

Minggu, 05 Okt 2025, 21:08 WIB

MOSKOW - Polisi London melaporkan penangkapan hampir 500 orang menyusul aksi unjuk rasa mendukung organisasi pro-Palestina yang telah dilarang, pada Sabtu (4/10).

Di antara mereka yang ditangkap, yang tertua berusia 89 tahun.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/HENRY NICHOLLS

Sebelumnya, Kepolisian Metropolitan menyerukan kepada penyelenggara aksi untuk membatalkan demonstrasi tersebut karena keterbatasan sumber daya aparat keamanan, menyusul peningkatan pengamanan setelah serangan terhadap sebuah sinagoga di Manchester.

Namun, penyelenggara menolak membatalkan aksi, dengan alasan bahwa polisi seharusnya tidak perlu melakukan penangkapan.

“Jumlah akhir penangkapan dalam operasi pengamanan ketertiban umum hari ini di pusat London adalah 492 orang. Sebanyak 488 di antaranya ditangkap karena mendukung organisasi yang dilarang," demikian pernyataan resmi kepolisian, dikutip Sputnik, Minggu (5/10).

Sisanya ditangkap karena mabuk dan membuat keributan, melakukan penyerangan ringan, pelanggaran ketertiban umum, serta karena menjadi buronan dalam kasus lain.

Orang termuda yang ditangkap berusia 18 tahun, sementara yang tertua berusia 89 tahun. Sebanyak 297 orang masih ditahan, sisanya telah dibebaskan dengan jaminan, kata polisi setempat.

Aksi tersebut diselenggarakan oleh kelompok Defend Our Juries, yang sejak Agustus telah mengampanyekan penolakan terhadap pelarangan Palestine Action.

Aksi-aksi mereka dirancang untuk memicu “pembangkangan massal” dan penangkapan besar-besaran terhadap demonstran yang menyatakan dukungan secara damai terhadap Palestine Action.

Dalam setiap aksi sebelumnya, polisi telah menahan ratusan orang dan mengerahkan ribuan personel, termasuk dari wilayah lain.

Pada Kamis (2/10), polisi London mengumumkan peningkatan pengamanan di sekitar sinagoga dan wilayah dengan populasi Yahudi yang signifikan, menyusul insiden di dekat sinagoga di Manchester.

Seorang pria tak dikenal sebelumnya mengendarai mobil dan menyerang orang-orang dengan pisau di dekat sinagoga di Jalan Middleton, Manchester. Menurut laporan terbaru, dua korban tewas dan pelaku ditembak mati.

Pada Juli, pemerintah Inggris menetapkan Palestine Action sebagai organisasi teroris.

Menjadi anggota atau mendukung gerakan tersebut kini dianggap sebagai tindak pidana, dengan ancaman hukuman hingga 14 tahun penjara.

Pelarangan tersebut diberlakukan setelah para aktivis menyusup ke pangkalan terbesar Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF), Brize Norton di Oxfordshire, merusak dua pesawat pengisian bahan bakar Airbus Voyager dengan linggis, dan menyemprotkan cat merah ke turbin pesawat.

Mereka mengeklaim aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap penerbangan harian RAF dari Brize Norton ke pangkalan Akrotiri di Siprus, yang terlibat dalam operasi militer di Gaza. Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.