Ahmad Amiruddin Jadi Pelatih Interim PSM Makassar Gantikan Bernardo Tavares

Minggu, 05 Okt 2025, 20:51 WIB

JAKARTA - Klub peserta BRI Super League 2025/2026 PSM Makassar mengumumkan menunjuk Ahmad Amirrudin sebagai pelatih interim untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Bernardo Tavares.

Dikutip dari laman resmi I.League, Minggu (5/10), kepastian Ahmad Amiruddin sebagai pelatih interim diumumkan PSM Makassar melalui pernyataan resmi mereka mengenai kepergian Bernando Tavares.

Ket. Foto: Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin. — Sumber: ANTARA/ I.C.Senjaya

"Asisten pelatih, Ahmad Amiruddin akan bertindak sebagai caretaker sampai ditetapkannya pelatih kepala yang baru," tulis pernyataan resmi klub.

Ahmad Amiruddin bukan merupakan sosok asing di dalam tubuh PSM Makassar karena ia sudah menjadi asisten pelatih tim berjuluk Juku Eja tersebut sejak musim 2022/2023.

Masih pada pernyataan resmk tersebut, PSM Makassar mengucapkan terima kasih kepada Bernardo Tavares yang sudah menangani klub tersebut selama kurang lebih 3,5 musim.

PSM Makassar menyatakan menerima keputusan kepergian Bernando Tavares yang merupakan sosok kunci keberhasilan meraih gelar juara Liga 1 Indonesia musim 2022/2023.

"Kegiatan operasional tim tetap berjalan normal dan fokus untuk menatap sisa pertandingan di musim kompetisi 2025/26. Tim akan kembali melakukan persiapan latihan pada tanggal 10 Oktober 2025 setelah jeda FIFA International Break," tulis pernyataan resmi tersebut.

"Terakhir, PSM Makassar berharap support penuh dari seluruh pendukung setianya. Perjuangan tim masih panjang dan akan terus berlanjut di musim 2025/26. Dukungan dan doa dari seluruh pecinta PSM Makassar sangat penting ke depannya. Terima kasih, Ewako!," katanya.

Selanjutnya PSM Makassar akan menghadapi pekan kedelapan BRI Super League 2025/2026 menjamu Arema FC di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu (19/10).

Tavares Mundur

Sebelumnya diberitakan, Pelatih Bernardo Tavares mengumumkan kepergiannya dari klub BRI Super League, PSM Makassar, melalui unggahan di akun X-nya pada Rabu.

Pria asal Portugal itu beralasan kepergiannya dari klub berjuluk Juku Eja itu disebabkan masalah pembayaran gajinya, yang telah berlangsung selama beberapa waktu.

“Terima kasih PSM Makassar. Dengan rasa sedih yang sangat besar, saya umumkan kepergian saya dari PSM Makassar. Alasannya adalah minimnya pembayaran gaji, suatu situasi yang telah saya alami selama tiga setengah tahun saya menjadi pelatih, yang sekarang tidak dapat dipertahankan lagi,” demikian cuitan Tavares di akun X-nya.

Thank You PSM Makassar.
With great sadness, I announce my departure from PSM Makassar. The reason is the lack of salary payments, a situation I have faced throughout the 3 and a half years I was coach, but which has now become unsustainable.#Ewako
Terima kasih pic.twitter.com/oim4oK2pYI

— Bernardo Tavares (@Bernard68456108) October 1, 2025

Masalah gaji terkini pernah dikeluhkan Tavares secara terbuka beberapa waktu lalu. Pada jumpa pers sebelum pertandingan BRI Super League melawan Persija Jakarta, Sabtu (20/9), Tavares mengungkapkan bahwa ia dan para stafnya belum menerima gaji selama lima bulan.

Kesulitan itu bukan pertama kalinya dialami Tavares. Pada 2023, Tavares bahkan pernah melelang trofi pelatih terbaik serta jersei yang dimilikinya untuk dapat membayar gaji para stafnya.

Di tengah berbagai kesulitan dan masalah yang dihadapinya, Tavares masih mampu mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia bersama PSM. Tim yang juga berjuluk Pasukan Ramang itu mengakhiri penantian 23 tahun mereka dengan menjuarai Liga 1 musim 2022/2023.

Keberhasilan itu semakin mengagumkan, sebab PSM menutup musim tersebut dengan koleksi 75 poin dari 34 pertandingan. PSM mampu unggul sembilan poin atas tim peringkat kedua yang saat itu diarsiteki pelatih Thomas Doll.

Selain keberhasilan meraih gelar juara bersama PSM, Tavares semakin dihormati karena berani memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda. Sejumlah pemain muda seperti Ramadhan Sananta, Victor Dethan, Dzaky Asraf, dan Ananda Raehan diberi menit bermain oleh Tavares.

Pada musim ini PSM mengawali liga dengan tidak meyakinkan. Mereka hanya meraih tiga poin dari empat laga pertamanya, sebelum memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan saat menang 2-0 atas Persija.

Laga terakhir PSM di bawah asuhan Tavares ditandai dengan hasil imbang 0-0 saat menjamu PSIM Yogyakarta pada 27 September, dan membuat Juku Eja menghuni posisi ke-14 klasemen sementara Super League dengan tujuh poin. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.