Reli Melambat Sepekan Ini: IHSG Cuma Naik Tipis 0,23 Persen, Investor Mulai Takut atau Justru Pasang Strategi?
Jumat, 03 Okt 2025, 18:27 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu bergerak di jalur hijau sepanjang periode 29 Septemberâ3 Oktober 2025, meski tidak sekuat reli pekan sebelumnya.
Laju penguatan yang melambat ini menunjukkan pasar mulai bersikap lebih hati-hati dalam merespons berbagai sentimen global.
Salah satu faktor pendorong datang dari kabar shutdown (penghentian sementara) pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang memberi tekanan pada ekonomi global, namun justru dilihat investor sebagai peluang karena membuka ruang bagi potensi kebijakan moneter The Fed yang lebih longgar.
Dengan kata lain, IHSG masih mendapat dorongan positif, tapi pasar juga menimbang risiko, sehingga pergerakan cenderung lebih moderat.
Kinerja IHSG sepekan ini menguat 18,97 poin atau sekitar 0,23 persen atau lebih rendah dibandingkan penguatan pada pekan 22-26 September 2025 sebesar 48,21 poin atau sekitar 0,6 persen.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/10) sore, ditutup menguat 47,22 poin atau 0,59 persen ke posisi 8.118,30 seiring dengan penguatan bursa saham kawasan Asia.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,90 poin atau 0,24 persen ke posisi 785,19.
"Penguatan rupiah terhadap dolar AS, dan aksi korporasi individual sejumlah emiten menjadi faktor positif pendorong penguatan IHSG," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dari dalam negeri, pada pekan depan, pelaku pasar akan mencermati data cadangan devisa periode September 2025, yang diperkirakan naik menjadi 159 miliar dolar AS dari sebelumnya pada Agustus 2025 sebesar 150,7 miliar dolar AS.
Selain itu, akan ada rilis Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) periode September 2025, yang diperkirakan naik ke level 120 dari sebelumnya 117,2 pada Agustus 2025.
Selain itu, pekan depan juga ada rilis penjualan sepeda motor September 2025, serta penjualan ritel Agustus 2025, serta penjualan mobil September 2025.
Dari kawasan Asia, data unemployment rate Jepang pada Agustus 2025 naik pada level 2,6 persen, dari sebelumnya 2,3 persen pada Juli 2025, serta di atas estimasi 2,4 persen dan mencapai level tertinggi sejak Juli 2024.
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan petinggi Amerika Serikat (AS) dan China, yang mana pertemuan bilateral antara Donald Trump dan Xi Jinping dijadwalkan pada KTT akhir Oktober 2025 di Korea Selatan.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent memprediksi terobosan yang cukup besar dalam perundingan perdagangan AS dan China yang akan datang.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi naik sebesar 3,24 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen primer yang naik sebesar 2,13 persen dan 1,41 persen.
Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik yang turun sebesar 1,71 persen, diikuti oleh sektor dan sektor kesehatan dan keuangan sebesar 1,71 persen dan 0,67 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KOBX, ASLI, MBTO, AGII dan BUVA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni LION, CBPE, SMIL, SULI dan DIVA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.565.583 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 45,53 miliar lembar saham senilai Rp22,90 triliun. Sebanyak 259 saham naik 403 saham menurun, dan 136 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 865,27 poin atau 1,93 persen ke 45,802,00, indeks Shanghai menguat 20,25 poin atau 0,52 persen ke 3.882,78, indeks Hang Seng melemah 146,20 poin atau 0,54 persen ke posisi 27.140,92, dan indeks Straits Times menguat 16,74 poin atau 0,38 persen ke 4.411,95.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Perangi Pencurian Ikan Lintas Negara! KKP Gaspol Latih Pengawas Perikanan se-Asia
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.