Danantara Siap Gelontorkan Rp160 Triliun dalam 3 Bulan, Fokus ke Proyek Strategis
Jumat, 03 Okt 2025, 18:00 WIBJAKARTA â Dana kekayaan negara terbaru milik Indonesia, Danantara, akan segera mengucurkan dana jumbo senilai $10 miliar atau sekitar Rp160 triliun hanya dalam tiga bulan pertama operasinya. Sekitar 80% dari dana itu akan difokuskan untuk investasi dalam negeri, sementara sisanya ditanamkan ke proyek luar negeri.
Danantara, yang merupakan singkatan dari Daya Anagata Nusantara, resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025. Dana ini mendapat alokasi awal sebesar $20 miliar dengan target membiayai 20 proyek strategis dan mulai menggelontorkan modal perdananya pada Oktober ini.
Mandat utama Danantara adalah mengelola aset negara dengan cara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Selain itu, dana ini juga diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia serta memperkuat daya saing bangsa di kancah global.
âBulan ini adalah pertama kalinya kami menggelontorkan modal. Dalam tiga bulan pertama saja, kami sudah harus berinvestasi hampir $10 miliar,â ujar Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, kepada Reuters saat menghadiri Milken Institute Asia Summit 2025 di Singapura.
Sejumlah proyek perdana yang akan dibiayai Danantara antara lain pembangunan desa haji di Arab Saudi, kerja sama sektor hulu energi bersama Pertamina, serta proyek pengolahan sampah menjadi energi di Indonesia. Beberapa proyek tersebut ditargetkan bisa mulai beroperasi pada akhir tahun ini.
Danantara juga memiliki ambisi besar untuk meningkatkan likuiditas di pasar saham domestik. Saat ini, rata-rata transaksi harian Bursa Efek Indonesia berada di kisaran $1 miliar, masih jauh tertinggal dibandingkan India yang mencatatkan $10â11 miliar per hari.
âKita membutuhkan pasar publik yang benar-benar kuat agar pasar swasta bisa masuk karena pasar publik adalah tempat kita mendaur ulang modal,â jelas Pandu Sjahrir. Ia menambahkan, 18 perusahaan portofolio Danantara sudah menyumbang sekitar sepertiga dari nilai pasar domestik.
Dalam dua tahun ke depan, Danantara berencana fokus pada sejumlah sektor prioritas. Bidang tersebut mencakup keamanan energi, ketahanan pangan, energi terbarukan, layanan keuangan, kesehatan, real estat, serta infrastruktur digital.
Selain itu, Danantara juga berkomitmen menanamkan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses investasinya. Dana ini juga menargetkan untuk menarik talenta global demi memperkuat tim pengelolaan investasi.
Langkah internasional juga sedang ditempuh dengan upaya untuk menjadi anggota penuh Forum Internasional Dana Kekayaan Negara. Secara terpisah, Danantara juga tengah menyiapkan peluncuran dana atau platform baru dalam beberapa bulan mendatang.
Pandu menilai Indonesia memiliki daya tarik luar biasa bagi investor global. Ia menyebut negeri ini sebagai âsalah satu rahasia dunia yang paling terjagaâ berkat pertumbuhan ekonomi kuat, inflasi rendah, dan populasi muda yang produktif.
âSalah satu dari sedikit tempat yang tidak hanya menawarkan imbal hasil yang besar, tetapi juga keamanan yang tinggi,â ungkapnya. Dengan strategi agresif dan terarah, Danantara diharapkan mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- Danantara
- proyek strategis
- Investasi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Tingkat Kepercayaan Masyarakat Meningkat saat Libur Kenaikan Yesus Kristus, 30.000 Lebih Pelanggan Naik KA di Sumbar
-
Masuk Wisata Cibodas Kembali Bayar, Beberapa Wisatawan Putar Balik
-
Bogor Mulai Melelang Proyek Strategis yang Dilaksanakan Tahun Depan
-
Reformasi Investasi Danantara Dinilai Bisa Tekan Gelombang PHK
-
Sabalenka Tersingkir di Roma, Cedera Bayangi Persiapan Menuju Prancis Open
-
Angka RW Kumuh di Jakarta Menurun hingga 52 Persen
-
Dishub Lombok Tengah Percepat Perbaikan PJU jelang MTQ 2026
Tinjau Gudang di Jayapura, Dirut Bulog Jamin Kualitas Beras Aman dan Stok Terjaga di Indonesia Timur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.