Rupiah Menguat Lawan Dolar AS! Shutdown Pemerintah AS Jadi Pemicu Utama

Kamis, 02 Okt 2025, 17:35 WIB

JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 37 poin ke level Rp16.598 per dolar AS pada Kamis (2/10), terdorong melemahnya dolar akibat government shutdown (penutupan pemerintah) Amerika Serikat (AS). Ketidakpastian fiskal di Washington membuat mata uang Asia, termasuk rupiah, mendapat angin segar.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva mengatakan penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipicu penutupan pemerintah AS yang melemahkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas fiskal AS.

Ket. Foto: Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9). — Sumber: ANTARA/Dhemas Reviyanto

“Ini memberi tekanan pada dolar AS, sehingga membuka ruang penguatan bagi mata uang Asia, termasuk rupiah,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis sore menguat sebesar 37 poin atau 0,22 persen menjadi Rp16.598 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.635 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini turut menguat ke level Rp16.612 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.680 per dolar AS.

Mengutip Sputnik, pemerintah federal AS kembali menjalani penutupan sebagian setelah Partai Republik dan Demokrat gagal mencapai kesepakatan mengenai pendanaan sementara sebelum batas waktu tengah malam.

Tahun fiskal 2024 telah berakhir pada 30 September, namun Kongres belum menyepakati anggaran untuk tahun mendatang.

Kebuntuan ini bermula dari ketegangan sengit antara Partai Republik dan Demokrat di Senat, di mana Partai Republik tidak memiliki suara mayoritas yang dibutuhkan.

Senat Demokrat menolak versi resolusi berkelanjutan yang disahkan DPR yang akan mendanai pemerintah federal selama tujuh minggu tambahan, hingga 21 November.

Mereka berpendapat bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) pendanaan yang digagas Partai Republik tidak cukup menjawab kekhawatiran mereka terkait kebijakan layanan kesehatan.

Sebaliknya, Partai Republik berpendapat bahwa versi resolusi berkelanjutan mereka, yang bertujuan mencegah penutupan pemerintah, merupakan proposal "bersih" yang mempertahankan tingkat pengeluaran saat ini sekaligus memberikan waktu tambahan untuk menegosiasikan rancangan undang-undang alokasi anggaran penuh untuk Tahun Anggaran 2025.

Menambahkan dari Anadolu, Wakil Presiden AS JD Vance memprediksi bahwa penutupan Pemerintah AS akan berlangsung singkat, meskipun hanya ada sedikit bukti bahwa Gedung Putih maupun Kongres dari Partai Demokrat bersedia mengalah.

Vance menyampaikan komentar itu satu jam setelah Senat dari Partai Demokrat kembali menolak proposal Partai Republik, yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, untuk mendanai pemerintah hingga akhir November.

Hanya tiga anggota Demokrat yang mendukung proposal tersebut, jauh di bawah total yang dibutuhkan untuk melewati ambang batas 60 suara penting untuk meloloskan undang-undang di majelis tersebut.

Meskipun penutupan pemerintah tak secara otomatis mengakibatkan krisis ekonomi yang parah, hal itu menciptakan gangguan besar bagi banyak aspek kehidupan Amerika.

Banyak pegawai federal akan dirumahkan, atau dipaksa bekerja tanpa bayaran, sementara yang lain akan ditempatkan pada cuti wajib hingga anggaran baru disetujui.

Presiden AS Donald Trump telah menambahkan ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan Gedung Putih menolak untuk merinci apakah PHK tersebut bersifat jangka pendek atau permanen.

Terkait apakah rupiah bisa menyentuh Rp15 ribu per dolar AS akibat sentimen ini, Taufan menilai berpotensi itu masih terbatas.

“Peluang untuk kembali ke level Rp15 ribuan dalam waktu dekat masih terbatas, kecuali terjadi pelemahan yang lebih dalam pada dolar AS seiring ketidakpastian politik di Washington yang berkepanjangan,” ungkap dia.

  • nilai tukar rupiah
  • shutdown pemerintah as
  • kurs rupiah
  • dollar as

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.