Tiongkok Bantu Australia Memburu Pria Penyiram Kopi Mendidih pada Balita Sembilan Bulan

Kamis, 29 Jan 2026, 10:52 WIB

CANBERRA - Sebuah tim dari Tiongkok akan mengunjungi Australia untuk membantu mencari seorang pria yang diduga menyerang seorang bayi secara acak dengan kopi panas sebelum melarikan diri dari negara tersebut.

Dari The Guardian, Duta Besar Tiongkok untuk Australia, Xiao Qian, mengumumkan pada hari Rabu (28/1) bahwa para penyelidik akan melakukan perjalanan ke Queensland untuk bekerja sama dengan polisi dalam menyelidiki pelaku penyerangan berusia 33 tahun tersebut.

Ket. Foto: Penyidik ​​asal Tiongkok akan datang Brisbane untuk membantu pencarian pria yang diduga membakar bayi dengan kopi. Seorang pria tak dikenal diduga melemparkan termos berisi kopi ke bayi laki-laki berusia sembilan bulan di sebuah taman di Brisbane pada tahun 2024. — Sumber: Istimewa

Tak lama setelah polisi Australia menemukan identitas seorang pria yang dituduh menyerang bayi dengan kopi panas di Brisbane pada tahun 2024, mereka mengetahui bahwa pria tersebut telah terbang ke Tiongkok.

Orang asing itu diduga menumpahkan termos berisi kopi ke atas bayi laki-laki berusia sembilan bulan bernama Luka di sebuah taman di Brisbane pada tanggal 27 Agustus 2024, sebelum melarikan diri ke negara asalnya .

Luka menderita luka bakar mengerikan di dada, leher, dan wajahnya, serta menjalani delapan operasi, termasuk cangkok kulit dan perawatan laser.

Beberapa menit setelah polisi mengetahui identitas pria tersebut dan merilis gambar CCTV-nya, mereka mengetahui bahwa dia telah terbang ke Tiongkok 12 jam sebelumnya.

Berbicara di Canberra pada hari Rabu, duta besar Tiongkok mengatakan bahwa sebuah "kelompok kerja" akan berangkat ke Brisbane untuk menyelidiki insiden tersebut.

“Saya tidak yakin apakah saya harus mengumumkan ini sekarang, tetapi akan ada kelompok kerja dari Tiongkok yang datang ke Brisbane,” kata Xiao.

“Kami sekarang sedang mempersiapkan kedatangan kelompok kerja, jadi kami serius dalam menangani masalah ini, dan kami serius dalam mengambil tindakan yang diperlukan.”

Xiao mengatakan tim tersebut akan bekerja sama dengan polisi Australia untuk “melihat apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana hal itu terjadi, dan bagaimana kedua belah pihak dapat bekerja sama sebagai tindak lanjut”.

Kepolisian federal Australia telah bekerja sama dengan pihak berwenang Tiongkok sejak terduga pelaku meninggalkan negara itu pada 31 Agustus 2024.

Tidak ada perjanjian ekstradisi antara Australia dan Tiongkok.

Kepolisian Queensland dan Kepolisian Federal Australia menyatakan dukungan mereka terhadap delegasi yang mengunjungi Brisbane.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.