Pakar Ingatkan Dua Zona Megathrust Paling Berbahaya di Indonesia
Senin, 29 Sep 2025, 03:06 WIBPADANG - Pakar Teknik Sipil, Struktur Tahan Gempa dari Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat (Sumbar) Prof Fauzan mengingatkan keberadaan dua zona megathrust paling berbahaya di Indonesia yang mesti diwaspadai.
âDari 12 segmen megathrust yang ada di Indonesia, terdapat dua zona megathrust yang memiliki potensi risiko tertinggi,â kata Pakar Teknik Sipil, Struktur Tahan Gempa dari Fakultas Teknik Unand Prof Fauzan di Padang, Sumbar, Âkemarin.
Hal tersebut disampaikan Prof Fauzan pada workshop kebencanaan bertajuk âMegatrust Disaster Risk Assessment in Indonesiaâ atau asesmen pengurangan risiko bencana megathrust di Indonesia yang diselenggarakan di Unand.
Chairman of The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) 2025 tersebut menyebutkan kedua zona itu yakni Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai ÂSiberut.
Prof Fauzan mengatakan potensi terjadinya gempa di kawasan kedua zona tersebut tergolong sangat besar, bahkan dapat menimbulkan gelombang tsunami. Kondisi ini tidak lepas dari keberadaan Indonesia yang terletak di ring of fire atau kawasan cincin api Pasifik.
Kawasan cincin api Pasifik merupakan tempat pertemuan tiga lempeng tektonik utama Indo Australia, Eurasia dan Pasifik. Hal ini menghasilkan aktivitas sesmik dan vulkanik yang tinggi dengan risiko terjadinya bencana gempa bumi, tsunami hingga letusan gunung berapi. âGempa megathrust merupakan jenis gempa terkuat yang terjadi di zona subduksi,â jelas dia.
Pergerakan dari lempeng tektonik ini menimbulkan akumulasi energi yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan secara tiba-tiba sehingga berpotensi menimbulkan gempa besar yang diikuti tsunami.
Bahkan, dalam kajian para ilmuan, zona Megathrust Mentawai Siberut dikenal sebagai salah satu seismik gap yang paling berbahaya di dunia. Sebab, sampai saat ini atau sejak 1797 dan 1833 zona ini belum melepaskan energi yang besar. âKita sama sekali tidak mengharapkan ini, tapi potensinya sangat mungkin terjadi dan mesti kita antisipasi,â kata dia.
Dalam catatan sejarah, gempa yang terjadi pada 1797 dan 1833 menimbulkan kerusakan parah serta menelan korban jiwa di Kota Padang.
Dari analisis ahli, zona Megathrust Mentawai Siberut ini bisa menimbulkan lindu dengan magnitudo sembilan. âPeneliti dari BRIN dan BMKG menegaskan bahwa zona ini menyimpan energi yang besar dan berpotensi menimbulkan bencana besar,â ucap dia.
Alat Peringatan Dini
Dalam kesempatan samau, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang sejumlah sistem monitoring lindu dan peringatan dini tsunami di Selat Sunda dan Mentawai untuk mengantisipasi dampak patahan zona megathrust.
âBMKG memasang sejumlah peralatan di Selat Sunda dan Mentawai dalam rangka mengantisipasi megathrust,â kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya Penanggungjawab Data Gempa Bumi dan Tsunami, Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Pepen Supendi di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu.
Di Selat Sunda, BMKG telah memasang 17 sensor gempa untuk kecepatan informasi gempa.
Kemudian, 22 sensor muka laut yang berfungsi sebagai konfirmasi kejadian tsunami, dua unit automatic weather system dan dua radar maritim.
Selanjutnya, 15 alat penerima peringatan dini tsunami generasi terkini (WRS) hingga sembilan kali kegiatan edukasi mitigasi tsunami sekolah lapang gempa dan tsunami.
Sementara, untuk mengantisipasi potensi zona megathrust Mentawai Siberut, BMKG memasang beberapa alat di Provinsi Sumatera Barat, yakni 33 sensor gempa untuk kecepatan informasi gempa, enam sensor muka laut dan lima sirene tsunami untuk perintah evakuasi. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Perempuan di Dunia Digital: Kesempatan Sama untuk Semua
-
Liga Champions: Gagal Masuk Delapan Besar, Mbappe Akui Real Madrid Layak Jalani Play-off
-
ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan
-
Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026
-
Darurat Pendidikan Sri Lanka: Ribuan Sekolah Kekurangan Guru
-
MUI Keluarkan Fatwa untuk Pajak yang Berkeadilan Buntut Keresahan Masyarakat akibat Kenaikan PBB
-
Wah, di Papua pun Sudah Banyak Mafia Tanah Berkeliaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.