Berpotensi Melemah Lanjutan, 20 Oktober 2025

Senin, 20 Okt 2025, 08:50 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah diperkirakan melanjutkan pelemahannya di awal pekan ini setelah sepanjang pekan lalu terkoreksi tipis sekitar 0,12 persen. Tekanan eksternal masih datang dari kekhawatiran pasar atas potensi berlan­jutnya government shutdown di Amerika Serikat (AS) yang dapat memicu ketidakpastian global.

Sementara itu, dari sisi domestik, investor cenderung bersikap wait and see atau menanti hasil Rapat Dewan Gu­bernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan memberi arah kebijakan moneter ke depan. Kombinasi faktor eksternal dan sikap hati-hati pelaku pasar membuat pergerakan ru­piah masih rentan terhadap volatilitas jangka pendek.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memper­kirakan rupiah bergerak melemah terbatas jelang RDG BI pada 21-22 Oktober 2025. Josua memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan awal pekan ini bakal bergerak di kisaran 16.525 – 16.650 rupiah per dollar AS.

Senada, Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forex­indo Berjangka Ibrahim Assuabi menyoroti shutdown pe­merintah AS yang kini memasuki pekan ketiga. Menurutnya, hal tersebut terus membebani kepercayaan, mengganggu rilis data ekonomi sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan jangka pendek.

Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dollar AS pada penu­tupan perdagangan, Jumat (17/10) sore, melemah tipis se­besar 9 poin atau 0,05 persen dari sehari sebelumnya men­jadi 16.590 rupiah per dollar AS.

Ibrahim menganggap pelemahan rupiah dipengaruhi si­kap waspada investor terkait ketegangan perdagangan AS dengan Tiongkok.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.