Gorontalo Karnaval: Panggung Budaya yang Diyakini Angkat Pariwisata Daerah
Minggu, 28 Sep 2025, 15:55 WIBGORONTALO â Event Nusantara terbukti jadi magnet baru pariwisata. Gelaran budaya, musik, hingga kuliner yang dikemas menarik berhasil bikin wisatawan penasaran dan datang lebih banyak.
Dampaknya jelas terasa, mulai dari lonjakan kunjungan hotel, ramainya destinasi lokal, sampai perputaran ekonomi yang ikut naik.
Semakin sering event semacam ini digelar dengan kualitas baik, makin besar pula daya tarik daerah untuk bersaing sebagai destinasi wisata unggulan.
Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Ni Luh Puspa optimistis Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) atau Festival Karawo memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.
"Pada tahun lalu, Karnaval Karawo dikunjungi sekitar 30 ribu orang, termasuk wisatawan dari luar Gorontalo. Hal ini tentu membantu dalam memenuhi target pergerakan wisatawan nusantara," ujar Ni Luh Puspa, di Gorontalo, Sabtu (27/9).
Ia mengatakan, GKK merupakan bagian dari 110 Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 yang menjadi program strategis Kementerian Pariwisata.
"Kami percaya setiap event memberi kontribusi besar terhadap pergerakan wisatawan, dan saya optimistis Festival Karawo bisa mendukung pencapaian target tersebut," ujar dia.
Dia berharap kegiatan itu dapat terus berkembang hingga masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara.
Menurut dia, evaluasi bersama antara pemerintah daerah, kementerian, dan pihak swasta sangat penting agar festival ini bisa naik kelas.
"Strateginya tentu promosi dan pengemasan. Kami akan berdiskusi dengan Pemprov Gorontalo agar event ini semakin berkualitas. Kolaborasi dengan swasta juga diperlukan, misalnya tour operator dan agen perjalanan," kata Ni Luh Puspa lagi.
Ia menilai penting untuk menampilkan proses pembuatan Karawo (kain tradisional sulaman dengan tangan) dalam festival agar pengunjung tidak hanya melihat hasil, tetapi juga mengenal lebih dekat para perajin nya.
"Karawo tidak ada di daerah lain, hanya ada di Gorontalo. Itu kelebihan yang harus ditonjolkan," kata dia lagi.
Kain tradisional Karawo adalah warisan budaya khas Gorontalo yang dibuat dengan teknik sulam tangan unik. Prosesnya dimulai dengan menarik sebagian benang dari kain tenun, lalu pada celah-celahnya disulam dengan benang berwarna untuk membentuk motif artistik.
Motif Karawo biasanya terinspirasi dari alam, flora-fauna, maupun simbol-simbol kearifan lokal. Karena sepenuhnya dikerjakan manual dengan ketelitian tinggi, kain Karawo punya nilai seni sekaligus ekonomi yang tinggi.
Tak hanya dipakai dalam busana adat, Karawo kini juga dikembangkan jadi produk fashion modern yang memperkenalkan identitas Gorontalo ke kancah nasional dan internasional.
- pariwisata
- karisma event nusantara
- Gorontalo Karnaval
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Elina Svitolina Jadi Sasaran Ancaman Usai Kalah, Soroti Dampak Judi Online dalam Turnamen Tenis
-
Proliga 2025: Phonska Awali Langkah dengan Kemenangan Atas Falcons
-
Pendaki Gunung Rinjani Diimbau Lebih Waspada di Musim Hujan
-
Rute Transjakarta B25 Bekasi-Dukuh Atas Diubah, Ini Daftar Titik Pemberhentian Terbaru
-
Kampus UHO Berduka, Rektor Prof. Armid Meninggal Dunia, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan
-
Citra Satelit: Situs Nuklir Natanz Iran yang Dihantam Serangan AS Mulai Pulih
-
Gubernur DKI: UMP 2026 Pekerja Jakarta Naik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.