Produktivitas Naik, Mentan Percaya Inovasi Kunci Ketahanan Pangan

Jumat, 26 Sep 2025, 22:40 WIB

MAKASSAR – Inovasi dan teknologi modern menjadi kunci transformasi sektor pertanian agar lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Penerapan teknologi seperti sistem irigasi pintar, mekanisasi, hingga penggunaan big data dan Internet of Things (IoT) memungkinkan petani meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi.

Ket. Foto: Petani Kalanganyar Kabupaten Lebak,Banten memanen padi seluas 50 hektare, Minggu (3182025), sehingga dapat memenuhi ketersediaan roduksi pangan masyarakat di daerah itu. — Sumber: ANTARA/ Mansyur

Selain itu, teknologi juga membantu mengantisipasi perubahan iklim dan fluktuasi pasar melalui prediksi cuaca, manajemen risiko, serta akses informasi harga secara real time.

Dengan demikian, inovasi bukan hanya meningkatkan daya saing pertanian nasional, tetapi juga memastikan ketahanan pangan di tengah tantangan global.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya inovasi dan teknologi modern dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.

“Kini telah hadir mesin pembajak yang dapat bekerja secara otomatis tanpa diarahkan manusia, selain itu kita juga memiliki drone sprayer untuk mendukung efisiensi pertanian,” jelas Amran saat memberikan kuliah umum dalam rangka Dies Natalis Ke-39, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin di Makassar, Sulsel, Jumat (26/9).

Dalam momentum tersebut, dirinya juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk berani berproses dalam meraih impian.

“Berani berproses, berani bertindak. Hasilnya akan kami sempurnakan. Jika Anda ingin menjadi maka beranilah untuk berproses,” pesan Amran.

Dekan Pascasarjana Unhas Prof Dr Budu PhD SpM(K). M MedEd., mengatakan kehadiran Menteri Pertanian pada momentum kuliah umum merupakan suatu kehormatan sekaligus kesempatan penting bagi Unhas untuk memperoleh inspirasi, wawasan, serta pemahaman mendalam terkait isu-isu strategis pembangunan nasional, khususnya pada sektor pertanian.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memotivasi sivitas akademika untuk berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan bangsa,” jelas Prof Budu.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Alumni dan Sistem Informasi Unhas Prof Dr Farida Patittingi, berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.

Seperti diketahui, produktivitas pertanian mencerminkan kemampuan sektor ini menghasilkan output yang optimal dengan pemanfaatan input secara efisien.

Tingginya produktivitas menjadi indikator penting bagi ketahanan pangan, kesejahteraan petani, hingga daya saing nasional.

Namun, produktivitas di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan lahan, ketergantungan pada input tradisional, hingga rendahnya adopsi teknologi modern.

Perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca juga menekan potensi hasil panen. Untuk itu, peningkatan produktivitas perlu diarahkan pada inovasi teknologi, akses pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, serta dukungan infrastruktur.

Dengan pendekatan tersebut, sektor pertanian dapat lebih berkelanjutan sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.