Pemprov Papua Barat Daya Berkomitmen Jalankan Transisi Energi

Jumat, 26 Sep 2025, 08:59 WIB

SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen menjalankan transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di wilayahnya.

Kepala Biro Perekonomian Daerah Provinsi Papua Barat Daya Eksan Musa'ad di Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (26/9), menjelaskan transisi energi dari sumber fosil ke EBT merupakan salah satu resolusi penting demi mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan menjawab tantangan perubahan iklim.

Ket. Foto: Kepala Biro Perekonomian Daerah Provinsi Papua Barat Daya Eksan Musa'ad. — Sumber: ANTARA

"Ini sesuai dengan arah kebijakan nasional yang tertuang dalam RPJMN, RPJPN, hingga rencana umum energi nasional (RUEN)," jelasnya.

Dia mengatakan dalam rangka mendukung implementasi transisi energi EBT itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sedang memfinalisasi rencana umum energi daerah (RUED) sebagai panduan implementasi kebijakan energi baru terbarukan.

Menurut dia, Papua Barat Daya memiliki potensi besar dalam sektor energi terbarukan, mulai dari tenaga surya, angin, air, hingga gelombang laut yang belum dimanfaatkan secara optimal.

"Potensi ini tersebar di berbagai wilayah dan bisa dimanfaatkan untuk menopang sektor ekonomi utama seperti pertanian dan perikanan," ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui bahwa tantangan besar dalam pengembangan EBT adalah kebutuhan investasi yang tinggi. Untuk itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan investor melalui berbagai insentif serta memperkuat perencanaan dan pelaksanaan kebijakan di daerah.

"Investasi EBT akan membawa efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi lokal, terutama dalam membuka lapangan kerja baru, mendukung elektrifikasi desa, serta meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat," bebernya.

Beberapa negara, menurutnya, sudah mulai memanfaatkan panel surya untuk mendukung pertanian dan kehidupan desa secara mandiri.

"Jika investasi EBT digerakkan, sektor-sektor lain akan ikut tumbuh. Lapangan kerja terbuka, desa-desa bisa terang, pertumbuhan ekonomi pun bergerak. Inilah ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan," katanya.

Pemerintah provinsi juga telah mengintegrasikan isu strategis energi ini ke dalam RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang baru disahkan melalui perda.

"Langkah ini mempertegas posisi EBT sebagai agenda prioritas pembangunan jangka panjang dan menengah Papua Barat Daya," jelasnya.

Salah satu wilayah yang dinilai strategis untuk pengembangan EBT adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong.

Pemerintah membuka peluang kepada investor untuk membangun industri berbasis energi terbarukan, seperti pabrik panel surya, yang dapat menjadi lokomotif pertumbuhan industri hijau di kawasan tersebut.

"KEK Sorong bisa menjadi pusat pengembangan industri EBT. Misalnya, pabrik solar panel yang bisa mendukung elektrifikasi dan industri hijau. Ini peluang besar bagi kita," bebernya.

PT PLN juga, tambah dia, telah menyusun Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hingga 2060, yang mana secara nasional ditargetkan 70 persen bauran energi berasal dari EBT.

Namun hingga 2025, target tersebut baru tercapai sekitar 13 persen.

"Kita butuh komitmen bersama, kepastian perencanaan, dan pelaksanaan yang konsisten untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," harapnya.

Berkaitan dengan perencanaan implementasi EBT, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggandeng elemen penting dalam rapat koordinasi pada 25 September 2025 sebagai bentuk kolaborasi dan komitmen bersama dalam memanfaatkan energi terbarukan untuk mendorong produktivitas pertanian, kelautan dan perikanan.

  • Pemprov Papua Barat Daya

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.