Berpotensi “Sideways”, 26 September 2025

Jumat, 26 Sep 2025, 08:50 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di­perkirakan bergerak mendatar atau sideways dalam perda­gangan akhir pekan ini. Pergerakan IHSG lebih dipengaruhi mood pasar dan sentimen global ketimbang perubahan mendadak di dalam negeri.

Meski demikian, para pelaku pasar di­minta tetap waspada terhadap risiko eksternal dan tekanan jual. Bila indeks mampu bertahan di atas support kuat dan kondisi eksternal masih kondusif, pe­luang penguatan terbatas tetap terbuka. Namun, kalau sen­timen global memburuk atau rupiah kembali tertekan, ske­nario koreksi tak bisa diabaikan.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Seperti diketahui, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Ka­mis (25/9) sore, ditutup melemah 85,90 poin atau 1,06 per­sen ke posisi 8.040,66 mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,07 poin atau 1,62 persen ke po­sisi 795,70.

“Pelaku pasar terus mempertimbangkan prospek suku bunga bank The Fed,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati Amerika Serikat (AS) yang menurunkan tarif mobil Eropa dari se­belumnya 27,5 persen menjadi 15 persen, yang memenuhi janji berdasarkan perjanjian perdagangan AS dan Uni Ero­pa yang diumumkan pada Juli 2025.

Pemotongan tarif menyusul penerapan undang-un­dang oleh Komisi Eropa untuk mengurangi bea masuk atas berbagai barang AS, sebuah langkah yang telah ditunggu-tunggu oleh AS. Gubernur The Fed Jerome Powell menyam­paikan nada hati-hati, dan menekankan tantangan me­nyeimbangkan inflasi yang persisten dengan pasar tenaga kerja yang melambat.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.