- Home
-
- Luar Negeri
-
- India Perketat Keamanan Us...
India Perketat Keamanan Usai Bentrokan di Ladakh
Kamis, 25 Sep 2025, 19:25 WIBNEW DELHI - Pemerintah India memberlakukan pembatasan keamanan di Ladakh. Kebijakan ini diambil setelah bentrokan pada Rabu (24/9) menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya.
Melansir dari CNA, bentrokan tersebut melibatkan polisi dengan ratusan demonstran yang menuntut otonomi lebih besar dari pemerintah India. Sebagai langkah pengamanan, otoritas melarang perkumpulan lebih dari lima orang di Distrik Leh dan Kargil.
Polisi dan pasukan paramiliter berpatroli di jalan-jalan utama, sementara toko serta bisnis banyak yang tutup akibat pembatasan. Kerusuhan pecah saat polisi mencoba menghentikan pawai massa.
Para demonstran melempar batu ke arah aparat dan membakar kendaraan polisi serta paramiliter. Mereka juga menyerang kantor partai berkuasa Bharatiya Janata Party (BJP) dan beberapa bangunan pemerintah.
Sebagai respons, polisi menembakkan peluru, gas air mata, dan memukul demonstran dengan pentungan hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Polisi mengklaim bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk membela diri.
Ladakh dipisahkan dari wilayah Kashmir pada 2019 setelah pemerintah India mencabut status kenegaraan dan semi-otonomi Kashmir. Meski awalnya warga Ladakh menyambut perubahan tersebut dengan antusias, kegembiraan itu tidak bertahan lama.
Kekhawatiran mulai muncul terkait potensi perampasan tanah, hilangnya perdagangan, serta kerusakan ekosistem pegunungan yang rapuh. Tuntutan hak politik di Ladakh meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Aksi protes pada Rabu (24/9) dipicu oleh mogok makan sejumlah warga yang menuntut status negara bagian. Dua peserta aksi kolaps saat mengikuti mogok makan yang dipimpin oleh aktivis iklim Sonam Wangchuk sejak 10 September.
Pemerintah India menuding Wangchuk memprovokasi massa melalui pidatonya, sementara ia sendiri menghentikan mogok makan setelah bentrokan pecah. Kekerasan ini disebut sebagai yang terburuk di Ladakh dalam beberapa dekade, mencerminkan meningkatnya frustrasi warga terhadap pemerintah pusat.
Upaya dialog sebenarnya telah dilakukan dengan beberapa putaran perundingan antara perwakilan Ladakh dan pemerintah India. Namun, sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan.
Pertemuan baru dijadwalkan pada 6 Oktober mendatang. Pertemuan tersebut diharapkan dapat meredakan ketegangan di wilayah pegunungan yang rawan konflik tersebut. ils/I-1
- india
- Bentrokan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Wakil Ketua MPR Ingatkan Prediksi BMKG harus Jadi Acuan Mitigasi
-
Bentrokan di Adonara NTT, Situasi Keamanan Sudah Kondusif, Dua Kepala Desa Dipertemukan
-
Saham Asia Anjlok, Harga Minyak Mentah di Atas $100 di Tengah Kebuntuan AS-Iran
-
Menko Perekonomian: Ketahanan Energi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Konflik Timur Tengah
-
Ekonomi Kreatif Didorong Masuk Perguruan Tinggi, Strategi Baru Cetak Talenta Unggul
-
Diduga Diretas, Raksasa Kripto Binance Bekukan Aset Lebih dari $2,5 Miliar
-
Sambut HUT ke-81 TNI AL, Pantai Kenjeran Dibersihkan untuk Dorong Wisata Lokal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.