Ekonomi Kreatif Didorong Masuk Perguruan Tinggi, Strategi Baru Cetak Talenta Unggul
Senin, 26 Okt 2026, 07:45 WIBJAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan penguasaan sains, teknologi, serta ekonomi kreatif, merupakan dua elemen penting untuk menopang lompatan ekonomi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) itu menggarisbawahi bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar sektor pelengkap, melainkan bagian penting dari pembangunan ekonomi yang perlu dikembangkan secara nyata.
"Ada dua hal yang bisa menopang lompatan ekonomi, yang pertama adalah penguasaan sains dan teknologi, yang kedua adalah ekonomi kreatif," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Menteri Brian juga mengapresiasi inisiatif Gekrafs Kampus, yang telah berkembang di lebih dari 20 perguruan tinggi. Menurutnya, ekosistem ini dapat membantu mahasiswa mengembangkan kreativitas secara lebih terarah sekaligus memperkuat keterkaitannya dengan sains dan teknologi.
"Jadi ini akan membuat kreativitas adik-adik kita mahasiswa menjadi lebih terarah, jadi lebih berbarengan dengan penguasaan sains dan teknologi," ujar dia.
Mendiktisaintek menyampaikan rencana untuk memperkuat materi ekonomi kreatif, dalam pembelajaran kewirausahaan yang diberikan kepada mahasiswa lintas program studi, baik STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) maupun non-STEM.
Pada 2027, Kemdiktisaintek juga merencanakan kompetisi karya ekonomi kreatif dari perguruan tinggi, dengan peluang untuk menampilkan karya-karya mahasiswa.
"Kita akan memasukkan ekonomi kreatif, ke dalam salah satu kurikulum di kampus-kampus kita," ucap dia.
Brian lalu mencontohkan Pixar di industri animasi, dan BTS di industri musik sebagai gambaran potensi ekonomi dari karya kreatif. Ia menyebut bahwa perpaduan kreativitas dan penguasaan teknologi, dapat mendorong lahirnya karya-karya besar anak bangsa.
"Jadi, semoga kita akan segera melihat munculnya karya-karya besar anak bangsa karena ekonomi kreatif ini," tutur Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Senada, Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya penguatan ekosistem yang mendukung pertumbuhan pelaku dan karya ekonomi kreatif.
Dukungan tersebut mencakup akses terhadap teknologi dan infrastruktur digital, kolaborasi berkelanjutan, remunerasi yang adil, serta akses pendanaan dan investasi.
- Perguruan Tinggi
- Ekonomi Kreatif
- Strategi Baru
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Roller Coaster Telan Korban Jiwa, Satu Orang Tewas di Taman Hiburan Six Flags AS
-
Styles AsikFest 2026 Hadirkan Nostalgia 2000-an dan Panggung bagi Brand Lokal
-
Bukan Cuma Hiburan, Film Jadi Mesin Uang Baru Jakarta: BI Ungkap Strateginya!
-
Menekraf: Kekayaan Budaya Jadi Modal Desainer Nasional Tembus Pasar Global
-
Jakarta-Malaysia Jajaki Kerja Sama Ekonomi Kreatif, Buka Akses Pembiayaan dan Pasar IP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.