BNPB Perketat Aspek Keselamatan
Senin, 09 Nov 2026, 03:17 WIBJAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah tetap berlanjut dengan memperketat aspek keselamatan, usai adanya kecelakaan helikopter Super Puma H-225 di Sungai Barito, ÂKalimantan Selatan (Kalsel) saat menÂjalanÂkan misi pemadaman Âkarhutla.
âKami ingin menegaskan bahwa kejadian ini tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk terus melakukan penanganan karhutla. Operasi pemadaman tetap harus berjalan, tetapi harus dilaksanakan dengan memerhatikan aspek keselamatan secara ketat,â kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi KeÂbencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring di Jakarta, ÂMinggu (8/11).
Sebelumnya, helikopter angkut jenis Super Puma H-225 dengan registrasi VH-HGM diduga jatuh di perairan Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada ÂMinggu.Â
Data terbaru yang diterima BNPB menyebutkan bahwa dari tiga awak helikopter itu, dua orang yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Keduanya adalah pilot berkewarganegaraan Australia. Mereka kini telah mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, satu awak lainnya yang bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO), Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia, hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan dalam proses Âpencarian.Â
Berton pun telah menyampaikan bahwa Basarnas Kantor SAR Banjarmasin telah memberangkatkan tim penyelamat yang terdiri dari 18 personel pada pukul 13.10 WITA.
Operasi pencarian turut melibatkan unsur TNI AU, Polri, Babinsa, dan masyarakat setempat. BNPB menegaskan prioritas utama saat ini adalah operasi pencarian korban hilang, pemulihan kesehatan pilot yang selamat, serta pengamanan bangkai helikopter di tepian sungai.
Selain itu, BNPB juga berkomitmen memfasilitasi investigasi resmi dari pihak berwenang guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Sebagai langkah tindak lanjut, BNPB akan melakukan evaluasi keselamatan operasi udara secara menyeluruh. Evaluasi tersebut meliputi kesiapan teknis armada, prosedur pengambilan air (water bombing), kelaikan awak pesawat, hingga faktor cuaca dan karakteristik lokasi.
Bertambah 172 Hektare
Sementara itu, Badan PeÂnanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat penambahan luas area kebakaran hutan dan lahan sebaÂnyak 172 hektare selama 1-7 November 2026.
âPenambahan luasan karhutla selama November mencakup 57 kejadian di seluruh daerah,â kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim Rahmat Ramadhan di Samarinda, Minggu.
Secara keseluruhan akumulasi luas dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur telah menembus angka 10.910 hektare. âTotal kejadian karhutla hingga awal November tercatat 2.614 kasus,â ujar Kabid Kedaruratan BPBD Kaltim Rahmat Ramadan. Ant/S-2
- penanggulangan karhutla
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.