Prabowo Ajak Bos Bloomberg Perluas Investasi Energi dan Kelautan
Rabu, 24 Sep 2025, 01:00 WIBJakarta - Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis dengan bertemu dan menjalin kerja sama dengan perusahaan media, data, dan layanan keuangan global, Bloomberg, dalam memperluas peluang ekonomi rakyat melalui investasi energi bersih dan perlindungan sumber daya laut.
Hal itu tersebut disampaikan CEO Bloomberg Michael Rubens Bloomberg, melalui akun media sosialnya, Selasa (23/9), seusai berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo di New York, mengenai langkah kerja sama ke depan.
"Presiden Indonesia @prabowo berkomitmen untuk memperluas peluang ekonomi bagi rakyatnya, termasuk melalui investasi energi bersih," petikan pernyataan Michael Rubens Bloomberg dilansir di Jakarta.
Perusahaan yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS), itu juga menyatakan dukungannya terhadap komitmen Presiden Prabowo dalam investasi energi bersih dan perlindungan sumber daya laut.
Dalam unggahan tersebut, Bloomberg mengungkapkan kegembiraannya dapat bertukar obrolan secara langsung dengan Kepala Negara, di sela Konferensi Internasional di PBB yang kini bergulir.
"Saya senang dapat berbincang dengannya hari ini tentang bagaimana Bloomberg dan @bloombergdotorg dapat terus menjadi mitra dalam pekerjaan ke depannya," tulisnya.
Bloomberg Technoz, pada Jumat (19/9), menyoroti seputar upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalan membangun 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2025 dengan anggaran tahap I sebesar 1,34 triliun rupiah.
KKP juga mengajukan tambahan dana ke Kementerian Keuangan untuk menuntaskan target 100 kampung. KNMP dilengkapi berbagai fasilitas produksi, pelatihan, UMKM, pasar ikan, dermaga, pabrik es, hingga stasiun BBM khusus nelayan.
Dalam pemberitaan lainnya, Bloomberg juga mengangkat topik seputar peluang energi baru terbarukan berkapasitas di 15 provinsi Indonesia berkapasitas 379,7 MW di 15 provinsi, terpusat di PLTP Ijen, Bondowoso, Jawa Timur.
Proyek yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Juni 2025 itu terdiri atas delapan unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan 47 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sebagai langkah percepatan transisi energi dan kemandirian energi nasional.
- Kerja Sama Strategis
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Indonesia Bidik Lompatan Ekonomi, Komoditas Mentah Terancam Disetop
-
Sidang Kasus Minyak Mentah, Hardjuno: Kejagung Harus Panggil Pemilik 13 Perusahaan yang Diuntungkan
-
Kecurangan di Satuan Pendidikan Sudah Dinormalisasi
-
Persebaya Surabaya Menang Lawan Madura United Berkat Gol Tunggal Flavio
-
Sprinter Putra Jamaika Muncul Lagi
-
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali Mulai 26 Mei untuk Hadapi China dan Jepang
-
Alokasi Dana Desa Bengkulu 2026 Capai Rp377,08 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.