Polda Jabar Selidiki Keracunan 301 Siswa Usai Konsumsi MBG

Rabu, 24 Sep 2025, 03:06 WIB

BANDUNG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) melakukan penyelidikan terkait keracunan massal yang menimpa 301 siswa di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat yang diduga usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebut hingga Senin (22/9) malam, jumlah korban tercatat mencapai 301 orang yang merupakan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, MTs, SMP hingga SMK.

Ket. Foto: Petugas saat melakukan evakuasi terhadap para korban keracunan yang diduga usai menyantap Makan Bergizi Gratis di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (22/9/2025) — Sumber: Antara

“Kami imbau masyarakat tetap tenang. Saat ini tim kesehatan fokus pada penanganan korban, sementara aparat kepolisian akan membantu memastikan penyelidikan terkait penyebab dugaan keracunan ini,” kata Hendra di Bandung, Selasa (23/9).

Hendra mengatakan para korban mendapat penanganan darurat di sejumlah fasilitas kesehatan. Rinciannya, 116 orang dirawat di Puskesmas Cipongkor, 13 orang di Bidan Desa Sirnagalih, 27 orang di RSUD Cililin, 127 orang di Posko Kecamatan Cipongkor, dan 18 orang di RSIA Anugrah.

“Kami masih melakukan pendataan karena korban terus berdatangan. Penanganan medis sudah disiapkan di beberapa titik, termasuk di puskesmas, rumah sakit, dan posko darurat,” katanya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan bekerja sama dengan dinas ­terkait untuk menelusuri sumber makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, Lia N. Sukandar mengatakan pihaknya menyiapkan fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta untuk menampung korban.

“Saat ini paling dibutuhkan oksigen. Kami menghandle kebutuhan oksigen dari RSUD Cililin dan berkoordinasi dengan RSUD Cikalong Wetan untuk tambahan pasokan,” katanya.

Ia menambahkan, Dinkes Kabupaten Bandung Barat menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) setelah data dan sampel dari MBG di laboratorium terkumpul. “Tadi kami mengambil sampel muntahan yang akan dibawa ke laboratorium. Penetapan KLB akan dilakukan,” ujarnya.

SPPG Polri

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri untuk menjaga kualitas makanan dengan memperkuat pengawasan (food security).

“Memastikan bahwa pada saat makanan sampai di sekolah, semua dalam keadaan higienis siap saji karena itu menjadi penekanan kita, khususnya di jajaran SPPG di bawah naungan Mabes Polri dan polda jajaran,” katanya saat meninjau SPPG Pabelan Polres Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa.

Lebih jauh, Kapolri mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 617 SPPG Polri dengan rincian 103 SPPG telah operasional, 31 SPPG tahap persiapan operasional, dan 483 SPPG dalam tahap pembangunan.

“Apabila seluruhnya telah beroperasional, diperkirakan dapat melayani 2.159.500 penerima manfaat dan menyerap 30.850 tenaga kerja,” katanya.

Selain meninjau SPPG Pabelan, Kapolri juga meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

Kapolri mengatakan bahwa Polri sampai dengan Senin (22/9), telah menyalurkan 72.567 ton beras SPHP pada 54.454 lokasi. Ant/S-2

  • Program MBG

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.