PLN Tak Bisa Lagi Andalkan Batu Bara, PLTS Wajib Diperbesar!
Rabu, 24 Sep 2025, 00:00 WIBMengembangkan energi terbarukan lewat PLTS skala besar dalam sistem kelistrikan PLN diyakini akan menurunkan biaya pokok pembangkitan.
JAKARTA â Pemerintah harus mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menambah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL). Hal itu akan mempengaruhi efisiensi biaya pembangkit.
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa menegaskan, dengan mengembangkan energi terbarukan melalui PLTS dengan skala yang besar-besaran di sistem listrik PLN, akan berdampak pada penurunan biaya pembangkitan tenaga listrik.
"IESR menghitung, jika bauaran energi terbarukan di sistem listrik PLN mencapai 25 persen, biaya pembangkitan bisa turun sekitar 10 persen, dengan catatan tidak menambah pembangunan pembangkit fossil baru," ungkap Fabby di Jakarta, Selasa (23/9).
Pemerintah, tegas Fabby, harus mendorong PLN menambah PLTS lebih besar di rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) dan pemerintah juga harus meninjau ulang kebijakan kuota PLTS atap yang diberlakukan sejak 2024. Sebagai penggantinya, pengguna PLTS atap menggunakan battery energy storage system (BESS), minimal 20 persen dari kapasitas pembangkit, untuk mengurangi dampak dari PLTS atap yang intermitten pada kestabilan jaringan listrik.
Lebih lanjut, Fabby mengapresiasi karena Menteri Keuangan melihat bahwa salah satu solusi untuk menurunkan subsidi adalah dengan mengembangkan energi terbarukan, khususnya PLTS. PLTS itu sangat murah listriknya, di bawah pembangkit energi terbarukan lainnya.
Untuk menurunkan subsidi menurut Fabby, tidak cukup hanya dengan energi terbarukan, tetapi perlu ada reformasi tarif dan subsidi. Hari ini sebagai besar pelanggan PLN, khususnya pelanggan rumah tangga 2.200 ke bawah menerima subsidi, karena tarif tenaga listrik masih di bawah biaya pokok produksi yang wajar + margin yang wajar.
Seperti diketahui, dalam RUPTL terbaru PLN 2025â2034, PLTS akan menjadi salah satu tulang punggung peningkatan bauran EBT, dengan total kapasitas PLTS yang ditargetkan mencapai 17,1 GW dari total 42,6 GW pembangkit EBT yang direncanakan. RUPTL ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, mempercepat pengembangan EBT, dan meningkatkan bauran energi bersih hingga 34,3 persen pada 2034.
Tekan Subsidi
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan pemerintah sedang berupaya untuk menekan subsidi listrik tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan tarif. Purbaya menyebut salah satu upaya yang dibahas adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) lain yang lebih efisien.
âWaktu di Hambalang kemarin, ada diskusi tentang program pengurangan subsidi listrik dengan penggunaan PLTS Surya. Tapi harganya masih agak tinggi. Sekarang sedang dicari teknologi baru supaya harga produksinya mendekati harga murah sekarang, sehingga subsidi bisa mengecil atau hilang,â ujarnya seusai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (19/9).
Dia menekankan bahwa pengurangan subsidi listrik dari pemerintah jangan sampai berujung pada kenaikan tarif listrik masyarakat. Dia menambahkan pemerintah akan menghitung kebutuhan investasi awal untuk memastikan teknologi PLTS dan produksi baterai maupun panel surya dalam negeri benar-benar efisien.
Menurutnya, kementerian terkait, khususnya Kementerian ESDM, akan menentukan jadwal implementasi. Dia memastikan setiap kebijakan akan diarahkan pada penyediaan listrik yang lebih murah dan berkelanjutan, sambil menjaga daya beli masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 akan mendongkrak bauran energi baru terbarukan (EBT) hingga 34,3 persen pada 2034.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
BMKG Memprakirakan Tinggi Gelombang di Perairan Sulut Mencapai 2,5 Meter
-
Cetak Hattrick dan Bantu Real Madrid Menang atas Real Betis, Gonzalo Garcia: “Saya Adalah Cadangan Murni Mbappe”
-
Dari Ramadan hingga Pascaidulfitri: PLN NP Pasok 14,1 GW Listrik, Siagakan 8.898 Personel
-
Telkom Hadirkan Solusi e-KYC Berbasis AI untuk Tingkatkan Keamanan Layanan Pembayaran Digital
-
Luapan Kali Ciliwung Capai Tiga Meter, Sebanyak 38 RT di Jaktim Terendam pada Jumat Pagi
-
Kasus Narkoba, Onad Diperiksa Kesehatannya oleh Polisi
-
Polisi Bekuk Dua Pelaku Tawuran yang Jarah Warung di Rawasari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.