- Home
-
- Megapolitan
-
- Duren Sawit dan KBT Berpot...
Duren Sawit dan KBT Berpotensi Jadi Lahan Pertanian Perkotaan
Selasa, 23 Sep 2025, 11:20 WIBJAKARTA â Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menyebutkan wilayah Duren Sawit dan Kanal Banjir Timur (KBT) berpotensi besar menjadi kawasan pertanian perkotaan (urban farming).
"Kalau di Jakarta Timur itu bagus sebenarnya, terutama di Duren Sawit. Tahun mendatang kita persiapkan untuk kategori pemanfaatan lahan tidur. Di KBT juga potensinya baik, tinggal kita monitor," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (23/9).
Taufik menyebut pihaknya terus mendorong pengembangan pertanian perkotaan sebagai upaya pemanfaatan lahan terbatas di Ibu Kota.
Salah satu tantangan yang masih perlu diperkuat adalah pemanfaatan lahan tidur. Meski pengembangannya baru berjalan, sejumlah penggiat di Jakarta Timur dinilai menjanjikan.
"Lahan tidur sebenarnya kita bagus ya kemarin kalau saya lihat. Cuman memang belum terlalu lama, tapi penggiatnya sudah menjanjikan. Ke depannya, kita akan terus monitor apa yang membuat kelompok di sana belum mendapat kesempatan meraih posisi," ujarnya.
Selain lahan tidur, hampir seluruh Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Timur juga telah memanfaatkan lahan untuk urban farming.
"Untuk yang di RPTRA, alhamdulillah seluruh RPTRA di Jakarta Timur sudah memanfaatkan lahannya dengan kegiatan urban farming," ucap Taufik.
Pemanfaatan serupa mulai berkembang di perkantoran pemerintahan seperti kantor wali kota, kecamatan, hingga kelurahan. Diharapkan, sektor perkantoran swasta juga mulai memanfaatkan lahan-lahan mereka.
Untuk kategori pekarangan atau gang hijau, Pemkot Jakarta Timur bersama perangkat kecamatan dan kelurahan terus membina masyarakat. Keterlibatan PKK, karang taruna, dan pemuda menjadi bagian penting dalam menggerakkan warga agar aktif mengolah lahan sekitar.
"Kami bersama-sama dengan penggiat urban farming terus mengimbau, memanfaatkan lahan-lahan yang ada di sekitar," kata Taufik.
Konsep urban farming di Jakarta Timur juga dikembangkan secara kreatif, seperti di Kecamatan Ciracas yang memanfaatkan atap gedung (rooftop) lantai tiga.
Lokasi tersebut ditanami berbagai komoditas mulai dari cabai, anggur, hingga melon, sekaligus menjadi ruang berkumpul antar-unit kerja perangkat daerah (UKPD) dan memenuhi kebutuhan pangan aparatur sipil negara (ASN).
"Dengan lahan yang sempit, mereka bisa memanfaatkan rooftop secara maksimal. Mudah-mudahan kawasan lain di Jakarta Timur bisa meniru. Ini efektif dalam pengelolaan aset dan bangunan yang ada," ujarnya.
Adapun urban farming sendiri merupakan bagian dari desain besar pertanian perkotaan 2018â2030 dengan lima kategori lokasi pengembangan, yakni perkantoran, sekolah, RPTRA, lahan kosong atau tidur, dan pekarangan.
Jakarta Timur menargetkan dapat memperluas pemanfaatan lahan di seluruh sektor untuk memperkuat ketahanan pangan perkotaan.
- Urban Farming
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Genjot Produksi, PHM Tutup Tahun 2025 dengan Temuan Migas Baru
-
G20 Sepakat Bantu Negara-negara Miskin Terdampak Perang Iran
-
Drama Besar Liga Inggris: Gol Van Dijk Dianulir, Liverpool Tantang Keputusan Wasit
-
Perkuat Kerjasama Pertahanan, Wakil Panglima TNI Dampingi Menteri Pertahanan RI Ke Pakistan
-
Pastikan Jaringan Andal, Telkom Akses Kerahkan 20 Ribu Teknisi Operasikan 80 Posko Siaga di Seluruh Indonesia
-
Jakarta Andalkan Urban Farming Penuhi Kebutuhan Warga
-
Urban Farming di Rooftop Kantor Lurah Tangki, Wali Kota Jakbar Panen Padi dan Sayur Mayur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.