Deal Bersejarah! Indonesia–Uni Eropa Sepakat Hapus 98% Tarif, CEPA Siap Berlaku 2027
Selasa, 23 Sep 2025, 19:45 WIBJAKARTA â Kesepakatan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa (UE) dipastikan mulai berlaku pada awal 2027 setelah pejabat tinggi kedua pihak menandatangani penyelesaian substansi perjanjian pada Selasa. Penandatanganan dilakukan di Bali oleh Komisioner Perdagangan UE MaroÅ¡ Å efÄoviÄ bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang sama-sama berharap bisa menutup perundingan panjang tersebut.
Airlangga menyampaikan bahwa IndonesiaâEU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang sudah lama dinanti bisa berlaku paling cepat pada 1 Januari 2027. Ia menegaskan tahapan selanjutnya meliputi penyempurnaan hukum, penerjemahan, hingga ratifikasi, sebelum perjanjian benar-benar bisa dijalankan.
âKami menatap ke tahap berikutnya, yaitu legal scrubbing, penerjemahan, dan ratifikasi. Kami menegaskan kembali tekad untuk memberlakukan CEPA secepat mungkin. Targetnya adalah 1 Januari 2027,â ujar Airlangga.
Melalui perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat menghapus lebih dari 98 persen tarif bea masuk dalam perdagangan. Tahap awal, penghapusan bea berlaku untuk 90,4 persen produk Indonesia yang masuk ke pasar Eropa, sebelum kemudian diperluas secara bertahap. Airlangga menilai CEPA akan mendorong ekspor industri padat karya Indonesia seperti tekstil dan alas kaki.
Sektor minyak sawit, yang sempat menegangkan hubungan dagang karena isu deforestasi, juga diproyeksikan meraih keuntungan besar dari perjanjian tersebut. Pernyataan resmi UE menyebut CEPA akan menjadi wadah kerja sama, dialog, serta fasilitasi perdagangan dalam isu lingkungan dan iklim, termasuk sawit. Airlangga sebelumnya mengklaim Eropa akan memberi kuota bebas bea untuk 1 juta ton crude palm oil (CPO) Indonesia setiap tahun, sementara kelebihan kuota dikenakan tarif 3 persen.
Bagi pihak Eropa, perjanjian ini disebut sebagai âkemenangan besarâ bagi petani mereka karena membuka peluang lebih luas mengekspor produk agrikultur. CEPA akan menghapus tarif untuk produk susu, daging, buah, sayuran, serta beragam makanan olahan asal Eropa ke Indonesia.
Indonesia akan menjadi negara ketiga di ASEAN setelah Singapura dan Vietnam yang berhasil mencapai kesepakatan dagang dengan Uni Eropa. Menurut Å efÄoviÄ, total perdagangan barang tahun lalu mencapai 27 miliar euro atau sekitar Rp509 triliun, dengan Indonesia mencatatkan surplus. Namun dalam perdagangan jasa, Uni Eropa unggul dengan nilai hampir 9 miliar euro.
UE juga berharap perjanjian ini bisa mendorong lebih banyak perusahaan mereka berinvestasi di sektor strategis Indonesia, termasuk kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi. âPada akhir 2023, nilai stok investasi Eropa di Indonesia sudah melampaui 25 miliar euro. Perjanjian ini akan mendorong arus investasi yang lebih besar lagi,â kata Å efÄoviÄ.
Naskah perjanjian selanjutnya akan melalui revisi hukum dan diterjemahkan ke semua bahasa resmi UE. Komisi Eropa kemudian akan menyerahkan dokumen kepada Dewan untuk ditandatangani, sebelum disahkan oleh parlemen masing-masing pihak agar dapat berlaku penuh.
Penandatanganan ini berlangsung setelah kesepakatan politik yang dicapai Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Juli lalu. Negosiasi resmi sendiri dimulai sejak 2016, namun berjalan lambat hingga akhirnya dipercepat ketika kedua pihak berupaya mendiversifikasi ekspor mereka menyusul kebijakan tarif timbal balik Amerika Serikat.
Berita Terkait:
-
Prediksi Puncak Arus Mudik Tol Belmera Medan 17 Maret 2026: Volume Kendaraan Naik 11 Persen
-
Dominasi Mercedes Ancam Rekor Verstappen di Suzuka
-
Universitas Hasanuddin Terima 3.489 Calon Mahasiswa Baru Lewat SNBP 2026
-
Pemprov Sumbar Mulai Bersiap-siap Sambut Rombongan Mudik
-
Monsta X Siap Guncang Jakarta lewat Tur Dunia 2026
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
-
Ini Harga dan Cara Beli Tiket Avenged Sevenfold, Termurah Berapa?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.