Pelari Kenya Sawe dan Wanjiru Dominasi Berlin Marathon

Senin, 22 Sep 2025, 08:36 WIB

BERLIN, JERMAN - Kenya kembali menegaskan dominasi di ajang lari jarak jauh. Dalam Berlin Marathon, Minggu (21/9) waktu setempat, Sabastian Sawe dan Rosemary Wanjiru tampil sebagai juara kategori putra dan putri, keduanya untuk pertama kalinya menaklukkan ajang prestisius di ibu kota Jerman itu.

Sawe finis dengan catatan waktu 2 jam 02 menit 16 detik, hanya lebih lambat 11 detik dari rekor pribadinya yang ia buat pada debut maraton di Valencia tahun 2024. Hasil tersebut menempatkannya sebagai pelari dengan catatan kesembilan tercepat sepanjang sejarah, meski belum mampu menembus rekor dunia mendiang Kelvin Kiptum (2:00:35) maupun rekor lintasan milik Eliud Kipchoge (2:01:09) yang dicatatkan pada tahun 2022.

Ket. Foto: Pelari Kenya Sebastian Sawe melintasi garis finis Berlin Marathon, Minggu (21/9). — Sumber: AFP

“Ini sulit, tapi saya sudah memberikan yang terbaik. Saya senang dengan performa saya,” ujar Sawe kepada RTL Jerman.

Meski gagal mengejar rekor, pelari berusia 30 tahun itu menolak menyalahkan kondisi cuaca yang panas, suhu mencapai 25 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi. Ia justru menegaskan keinginannya kembali ke Berlin tahun depan. “Saya merasa baik. Tentu saja kita tidak bisa mengubah cuaca. Saya sudah mempersiapkan diri dan saya senang dengan hasil ini. Saya menikmati atmosfer Berlin dan ingin kembali tahun depan. Semoga bisa lebih baik lagi,” ucapnya.

Di belakang Sawe, pelari Jepang Akira Akasaki finis kedua dengan 2:06:15, disusul pelari Ethiopia Chimdessa Debele (2:06:57). Catatan Akasaki menjadi yang terbaik bagi pelari Jepang sejak 1999. “Kondisinya mengingatkan saya pada balapan di Jepang,” ujarnya.

Pada kategori putri, Rosemary Wanjiru akhirnya mewujudkan ambisi setelah sebelumnya hanya finis kedua padatahun 2022. Pelari 30 tahun itu menjadi wanita Kenya pertama yang menjuarai Berlin Marathon sejak 2018.

Wanjiru mulai meninggalkan lawan setelah melewati jarak 25 kilometer. Ia sempat unggul 36 detik di titik 40 kilometer, namun laju menurun menjelang finis membuat jaraknya terpangkas. Ethiopia Dera Dida hampir menyusul ketika melewati Brandenburg Gate, tapi Wanjiru mampu menggali tenaga terakhir untuk menjaga keunggulan tipis tiga detik. Ia finis dengan waktu 2:21:05, unggul tipis atas Dida, sementara Azmera Gebru melengkapi podium di posisi ketiga. “Saya tidak sadar jaraknya begitu dekat, tapi memang bukan rezeki saya,” kata Dida usai lomba.

Catatan waktu Wanjiru terpaut jauh dari rekor dunia milik kompatriotnya, Ruth Chepngetich (2:09:56 di Chicago, 2024), maupun rekor lintasan yang ditorehkan Tigst Assefa (Ethiopia) pada 2023.

Drama terjadi usai finis ketika Wanjiru roboh di garis akhir akibat kelelahan. Panitia bahkan menunda seremoni penghargaan untuk memberi waktu tambahan bagi para finisher memulihkan diri dan mengganti cairan tubuh akibat cuaca panas.

Dibagian putra, lomba berlangsung dengan tempo kencang sejak awal. Bahkan, kilometer pertama tercatat sebagai yang tercepat sepanjang sejarah Berlin Marathon. Sawe bersama rombongan elit termasuk juara 2024 Milkesa Mengesha dan Gabriel Geay sempat berada di jalur rekor dunia hingga 10 kilometer pertama.

Sawe kemudian memisahkan diri setelah 15 kilometer, membuka celah 11 detik dari Mengesha. Ia masih berada dalam kecepatan rekor dunia di titik separuh lomba (1:00:16). Namun, suhu yang terus meningkat membuat laju menurun di paruh kedua. Mengesha bahkan terpaksa mundur sebelum mencapai 30 kilometer.

Meski gagal mencatatkan rekor pribadi maupun rekor lintasan mentornya, Kipchoge, torehan Sawe tetap menjadi yang tercepat di dunia pada tahun 2025, unggul 11 detik dari waktunya sendiri di London pada April lalu.

Kemenangan ini kian istimewa karena Sawe sebelumnya mengikuti prosedur tes doping sukarela, dengan tambahan 25 kali tes di luar protokol wajib, setara dengan satu tes setiap tiga hari, sebagai bentuk komitmen menjaga integritas olahraga.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.