Dana Otsus Triliunan, Guru Besar Ingatkan 5 Prioritas yang Wajib Digarap Aceh

Senin, 22 Sep 2025, 18:25 WIB

BANDA ACEH – Pembangunan Aceh memiliki dimensi strategis karena tidak hanya menyangkut percepatan ekonomi, tetapi juga pemulihan sosial pascakonflik dan bencana. Dengan status otonomi khusus, Aceh memiliki ruang fiskal yang relatif besar melalui Dana Otsus, yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Namun, tantangan utama terletak pada tata kelola yang transparan, efektivitas penggunaan anggaran, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.

Ket. Foto: Ilustrasi - Bangunan gedung Balai Kota Banda Aceh — Sumber: FOTO ANTARA/ Rahmat Fajri

Tanpa pembenahan di aspek tersebut, potensi besar Aceh—mulai dari energi, perikanan, hingga pariwisata—berisiko tidak terkelola optimal. Pembangunan Aceh pada akhirnya harus mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi yang inklusif.

Guru Besar Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Prof Mukhlis Yunus menyarankan lima fokus pembangunan Aceh yang berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan pengentasan kemiskinan jika dana otonomi khusus (otsus) berlanjut atau diperpanjang.

"Perencana dan pelaku pembangunan harus lebih responsif dan bertindak solutif bagi percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di Aceh," kata Prof Mukhlis Yunus di Banda Aceh, Senin (22/9).

Dana otsus Aceh bakal berakhir pada 2027 dan saat ini sedang dilakukan revisi terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA), dan kini sudah masuk dalam Prolegnas prioritas DPR RI.

Salah satu pasal yang dimasukkan dalam revisi UUPA tersebut adalah perpanjangan dana otsus Aceh dengan tanpa batas waktu, dan pengalokasian sebesar 2,5 persen dari total Dana Alokasi Umum (DAU) APBN.

Menurut Prof Mukhlis, arah kebijakan dan fokus pembangunan Aceh jika perpanjangan dana otsus disetujui, harus ditujukan pada kegiatan mampu memberikan dampak positif dan langsung kepada masyarakat Aceh, sekaligus bisa meningkatkan potensi ekonomi daerah.

Ia mengatakan fokus pembangunan Aceh jika otsus diperpanjang yakni, pengembangan infrastruktur strategis. Di mana, Pemerintah Aceh harus berkonsentrasi pada pembangunan yang mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Aceh.

"Seperti pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, dan bandara untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung kegiatan ekonomi daerah Aceh," ujar dia.

Kedua, kata Prof Mukhlis, pemberdayaan ekonomi lokal, yaitu mendukung pengembangan UKM serta industri lokal berbasis pada sumber daya alam Aceh, seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Selanjutnya, pendidikan dan kesehatan, Pemerintah Aceh perlu memperkuat sektor ini untuk meningkatkan kualitas potensial sumber daya manusia Aceh yang merupakan pondasi penting bagi pembangunan ekonomi jangka panjang.

Lalu, pengembangan industri berbasis sumber daya alam, Aceh, lanjut dia, memiliki potensi sumber daya alam seperti gas alam, minyak bumi, dan hasil pertanian, perkebunan dan kehutanan.

"Pengembangan industri yang mengolah sumber daya ini akan menjadi pilar ekonomi Aceh," katanya.

Selanjutnya, menurut dia, pariwisata, di mana Pemerintah Aceh harus mengembangkan potensi pariwisata dengan memperbaiki infrastruktur pendukung dan promosi, langkah ini penting mengingat Aceh memiliki kekayaan budaya dan alam yang cukup signifikan.

Di sisi lain, tambah Prof Mukhlis, Aceh juga perlu memahami tantangan dan pertimbangan serius terkait dengan efektivitas serta transparansi, ini penting untuk memastikan dana otsus digunakan secara efektif, transparan, dan akuntabel demi mencapai tujuan pembangunan.

"Karena, ketergantungan pada dana otsus juga tidak selamanya baik, Aceh perlu mengurangi ketergantungan dari bantuan keuangan pemerintah pusat ini dengan mengembangkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang berkelanjutan," ujar dia.

Ia mengatakan keseimbangan pembangunan juga harus memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan pelestarian lingkungan.Aceh memiliki beberapa potensi ekonomi untuk dikembangkan, yakni gas alam dan minyak bumi yang merupakan sumber daya penting.

Terakhir, menurut dia, adalah pertanian dan perikanan. Sektor tersebut bisa menjadi basis ekonomi lokal, serta pariwisata, karena dengan kekayaan alam serta budayanya, pariwisata bisa menjadi andalan Aceh di masa depan.

"Dengan pengelolaan yang tepat dan fokus pada pembangunan berkelanjutan, maka dana otsus bisa menjadi katalis bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh," kata Prof Mukhlis Yunus.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.