• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Ambisi Ilmuwan Hidupkan Ma...

Ambisi Ilmuwan Hidupkan Mamut Berbulu

Senin, 22 Sep 2025, 07:48 WIB

TEKNOLOGI penyuntingan genom merupakan seperangkat metode biologi molekuler yang memungkinkan ilmuwan mengubah DNA suatu organisme dengan presisi tinggi. Dengan teknologi ini, bagian tertentu dari genom (materi genetik lengkap) bisa dipotong, dihapus, diganti, atau ditambahkan untuk modifikasi sifat atau fungsi organisme.

Penyuntingan genom menjadi teknologi yang diharapkan untuk berbagai kebutuhan seperti penyembuhan penyakit. Lainnya cara ini juga untuk mendapatkan bibit unggul, dan yang terbaru untuk menghidupkan kembali spesies yang punah.

Ket. Foto: Seekor mammoth berbulu (Mammuthus primigenius) dipasang sebagai bagian dari pameran “The Secret World of Elephants” di Museum Sejarah Alam Amerika di New York. — Sumber: TIMOTHY A CLARY/AFP

Teknologi Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats (CRISPR) menawarkan solusi canggih bagi pengeditan genom deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA). CRISPR sendiri adalah komponen sistem kekebalan yang ditemukan pada bakteri normal.

Dalam keadaan alami, CRISPR berperan dalam melindungi bakteri dari invasi virus. Versi sederhana dari gen tersebut adalah CRISPR/Cas yang disebut CRISPR/Cas9 yang banyak dipakai memodifikasi genom.

Dengan CRISPR genom sel dapat dipotong ke tempat yang diinginkan, sehingga gen yang ada dapat dihilangkan dan yang baru bisa ditambahkan. Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai macam hal, dari kedokteran hingga peningkatan mutu bibit.

Sederhananya, CRISPR adalah sepasang gunting biologis yang dapat memotong dan mengganti gen dalam sel dan organisme hidup. Teknologi ini biasanya membuka potensi untuk mungkin menyembuhkan penyakit genetik secara permanen, dan melakukan diagnostik berbasis DNA.

Sementara itu perusahaan biosains Colossal adalah salah satu pemain dalam bidang CRISPR. Perusahaan ini sedang dalam proses menghidupkan kembali mamut berbulu, sejenis gajah purba yang hidup di wilayah kutub namun kini telah punah, dengan teknologi itu.

Melalui CRISPR, Colossal bukan untuk menciptakan kembali mamut berbulu yang sebenarnya, melainkan untuk membawa sifat genetiknya yang dapat beradaptasi dengan dingin, seperti telinga yang kecil dan lebih banyak lemak tubuh, pada ke sepupu gajah mereka.

Spesies hibrida baru diharapkan dapat berkeliaran di bioma tundra tempat mamut pernah terlihat hingga hilang pada 10.000 tahun. Dengan hewan tersebut Colossal memiliki rencana besar untuk mamalia besar itu, seperti menggunakannya untuk menciptakan iklim yang baik bagi Bumi.

Colossal digawangi oleh Co-founder Colossal adalah Chief Executive Ben Lamm, dan George Church, seorang profesor Harvard Medical School yang dikenal ahli dalam pengeditan genom dengan teknologi CRISPR.

Cara menghidupkan kembali mamut dilakukan dengan menanamkan embrio pada rahim buatan untuk menumbuhkan embrio. Pilihannya adalah pada gajah bertina pengganti. “Teknologi penyuntingan gennya dapat secara artifisial menambah keragaman genetik pada spesies dengan populasi kecil yang masih hidup,” kata Lamm. hay

  • Hidupkan Mamut Berbulu

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.