Batik Kanekrembang Diluncurkan Sebagai Batik Khas Kota Probolinggo

Minggu, 21 Sep 2025, 19:38 WIB

KOTA PROBOLINGGO, JAWA TIMUR - Batik Kanekrembang, yang memadukan kembang arimbang dan bango, dengan filosofi motif itu mengajarkan tentang umur panjang, keberuntungan, kesetiaan, keanggunan, dan harapan, diluncurkan sebagai batik khas Kota Probolinggo 2025.

"Peluncuran itu bukan hanya tentang batik, tetapi tentang identitas dan kebanggaan kita sebagai kota yang memiliki warisan luhur. Kami ingin batik menjadi sumber kehidupan yang menyejahterakan para perajin, UMKM, dan pelaku industri kreatif lokal," kata Wali Kota Probolinggo Aminuddin dalam keterangannya di kota setempat, Minggu (21/9).

Ket. Foto: Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin (tengah) bersama Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan istri saat peluncuran Batik Kanekrembang dalam puncak Batik in Motion 2025 di Kota Probolinggo, Sabtu (20/9) malam. — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Probolinggo

Batik Kanekrembang bukan sekadar kain indah, tetapi sebuah filosofi keseimbangan antara tradisi dan modernitas, antara bumi dan langit, antara gerak dan diam.

Kanekrembang digarap oleh pegiat batik muda Kota Probolinggo, Ananda Nico Sawiji, sehingga karya itu menjadi bukti bahwa kreatifitas generasi muda mampu menjembatani warisan leluhur dengan karya berkelas dunia.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Aminuddin bersama istri tampil mengenakan motif Kanekrembang sebagai simbol lahirnya identitas baru Kota Probolinggo.

Sementara Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Probolinggo yang menggelar kegiatan Batik in Motion 2025 yang bertajuk “Gerak dalam Batik, Jelajah dalam Alam” di kota setempat.

"Acara itu menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Dengan kemajuan digitalisasi, batik semakin mudah dikenalkan kepada generasi muda. Batik Kanekrembang yang lahir kembali ini adalah kebanggaan bersama," katanya.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu yang hadir melalui daring dengan video ucapannya mengatakan pentingnya acara tersebut bagi sektor pariwisata.

"Batik in Motion bukan hanya panggung seni, tetapi momentum yang menumbuhkan rasa bangga pada budaya bangsa. Itu adalah ruang pertemuan antara tradisi dan inovasi, serta langkah nyata memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata budaya yang berdaya saing global," katanya.

Acara juga dimeriahkan dengan fashion show batik inkubasi yang melibatkan desainer muda, pelajar, dan pegiat batik Probolinggo. Busana-busana kreasi segar dari batik Kanekrembang dipamerkan dengan penuh gaya, memperlihatkan bagaimana tradisi bisa menyatu dengan tren masa kini.

Melalui Malam Puncak Batik in Motion 2025, Pemerintah Kota Probolinggo meneguhkan tujuan besar dengan apresiasi budaya menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kembali kekayaan batik kepada generasi muda; Penguatan ekonomi kreatif – menjadikan batik sebagai sumber kesejahteraan bagi perajin, UMKM, dan industri lokal; dan Identitas Kota Probolinggo, serta batik sebagai kebanggaan dan daya tarik wisata budaya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.