Rintisan yang Perlu Ditiru Kerja Sama Antardaerah Bengkulu dan Sulsel untuk Tingkatkan Potensi Wilayah

Jumat, 19 Sep 2025, 01:54 WIB

BENGKULU – Kerja sama saling mengisi antardaerah perlu terus digalakkan seperti dirintis Sulawesi Selatan dan Bengkulu. Mereka saling mengembangkan potensi daerah. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menandatangani kesepakatan bersama antara Pemprov Sulsel dan Bengkulu dalam pembangunan dan pengembangan potensi daerah. 

Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Kamis memaparkan, berbagai program strategis Pemprov Sulsel yang bertujuan meningkatkan pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat. Di antaranya layanan kesehatan bergerak, program stop stunting, subsidi penerbangan di sejumlah bandara di Sulsel, pengembangan seaplane, Trans Sulsel, hingga pembangunan infrastruktur. “Ini termasuk konektivitas, kami sharing bagaimana transportasi di Sulsel. Kami melakukan subsidi stimulan agar bandara yang belum terpakai bisa aktif kembali," ujar Gubernur Sulsel.

Ket. Foto: potensi daerah — Sumber: ist

Begitu pula transportasi massal seperti bus, kita subsidi agar terjangkau masyarakat dan mengurangi kemacetan. Andi Sudirman mengatakan ini usai penandatanganan di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dan menyebut program Pemprov Sulsel bisa menjadi inspirasi pembangunan di Bengkulu.

“Syukurlah kita sudah tanda tangan kerja sama untuk tukar-menukar program pro rakyat. Di Sulsel banyak sekali program yang rasanya juga dibutuhkan masyarakat Bengkulu, seperti percepatan pemerataan pembangunan,” ungkap Helmi Hasan. Menurutnya, pola pembangunan multiyears yang dijalankan Pemprov Sulsel dapat menjadi solusi cerdas dalam mempercepat pembangunan di tengah keterbatasan APBD.

“Sulsel bisa jadi percontohan bagaimana pemerataan dan percepatan pembangunan dilakukan tanpa membebani masyarakat menengah ke bawah,” katanya.

Jateng

Sementara itu, daerah lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkomitmen untuk memperkuat ekosistem industri hijau guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan. “Pemprov Jateng bersama mitra meluncurkan program Rengganis Pintar. Ini sejalan dengan arahan Presiden, ke depan ekonomi hijau akan jadi basis pembangunan. Jateng punya potensi besar untuk itu," kata Ahmad Luthfi di Semarang.

Hal tersebut disampaikan saat peresmian Program Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry sebagai Strategi Peningkatan Ekspor) dalam acara Jawa Tengah Green Industry 2025 yang merupakan salah satu wujud komitmennya. Program tersebut diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng bersama Institute for Essential Service Platform (IESR).

Menurut dia, transformasi industri hijau di Jateng sejalan dengan arah pembangunan nasional. Sejumlah kawasan industri di Jateng juga sudah memanfaatkan energi terbarukan, seperti di kawasan industri Kendal dan Batang telah dibangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.