BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Semester II Membaik, Begini Komentar Pengamat
Kamis, 18 Sep 2025, 08:04 WIBJAKARTA-Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II 2025 akan membaik, sehingga secara keseluruhan pada tahun ini akan berada di atas titik tengah rentang 4,6 sampai 5,4 persen.Â
Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI September 2025 secara daring di Jakarta, Rabu (16/9) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu makin ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian.
 Pada triwulan III 2025, catat Perry, sejumlah indikator menunjukkan konsumsi rumah tangga masih belum kuat dipengaruhi oleh menurunnya ekspektasi konsumen khususnya pada kelompok menengah ke bawah serta terbatasnya ketersediaan lapangan kerja. "Investasi juga perlu terus diperkuat melalui percepatan realisasi berbagai program prioritas Pemerintah, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai daerah,â kata Perry.
Sementara itu, ekspor diprakirakan lebih baik ditopang oleh kenaikan ekspor produk pertanian dan manufaktur, khususnya komoditas minyak kelapa sawit (CPO) ke India seiring penurunan bea impor.
Perry menyampaikan Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian.
Dari sisi fiskal, belanja pemerintah diprakirakan akan meningkat di semester II 2025 sejalan dengan implementasi proyek prioritas pemerintah terkait program ketahanan pangan, energi, pertahanan dan keamanan, serta Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah 2025.
Bank Indonesia pun terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penurunan suku bunga, pelonggaran likuiditas, peningkatan insentif makroprudensial, serta percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan.
Dua Peran
Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang independen dan tugasnya terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui stabilitas inflasi melakukan juga tugas berkoordinasi dengan pemerintah mendorong pertumbuhan.
"Beberapa kebijakan yang dilakukan oleh BI untuk mendorong pertumbuhan adalah pertama, pelonggaran makroprudensial terutama di kredit properti dan automotif melalui penurunan batasan uang muka,"ucap Suhartoko
Kedua terangnya, melakukan "burden sharing" dengan menyerap obligasi pemerintah di bawah harga pasar. Ketiga, yag terakhir ini menurunkan suku bunga acuan menjadi 4.75 persen yang bertujuan melalui mekanisme transmisi moneter di pasar kredit dapat menurunkan suku bunga simpanan dan pinjaman yang selanjutnya meningkatkan investasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.
BI saat ini melakukan dua peran yaitu penjaga stabilitas dan sekaligus pendorong pertumbuhan. "Sejauh BI mempunyai kemampuan pembiayaan yang kuat tidak bermasalah, namun jika pada situasi tertentu BI dihadapkan pada pilihan, maka peran stabilitas harus dikedepankan,"tegasnya
- Bank Indonesia (BI)
- Kebijakan Moneter
- Pertumbuhan Ekonomi
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Triwulan I, Topang Seperenam Ekonomi Nasional
-
Pemerintah Mengeklaim Harga Beras Tak Naik
-
BPS: Ekonomi Q1-2026 Tumbuh 5,61% Ditopang Konsumsi
-
Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
RI Gandeng Panama, Taruna Pelayaran Kemenhub Berpeluang Magang & Studi ke Luar Negeri
-
Buntut Insiden Lift Mati, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Pasang Cadangan Listrik di Seluruh Stasiun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.