Cerita Perubahan dari RT 19 Bagendung Kota Cilegon, Membangun Budaya Pilah Sampah dari Rumah

Rabu, 17 Sep 2025, 20:07 WIB

JAKARTA - Kota Cilegon, seperti banyak kota lain di Indonesia, tengah bergulat dengan tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks.

Sistem yang selama ini berjalan cenderung konvensional—mengandalkan transporter untuk mengangkut sampah tercampur ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Bagendung, tanpa proses pemilahan di hulu.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Tak sedikit warga yang merasa bahwa pengelolaan sampah adalah urusan pemerintah semata, bukan tanggung jawab kolektif.

Di sisi lain, volume sampah terus bertambah. Pemilahan nyaris tak dilakukan, padahal potensi pengolahan dan daur ulang dari rumah tangga sangat besar.

Minimnya edukasi, fasilitas, serta regulasi lokal semakin memperparah keadaan. Situasi ini tidak hanya membebani TPA Sampah, tetapi juga mempersempit peluang ekonomi dari sampah yang seharusnya bisa dimanfaatkan.

Di tengah tantangan tersebut, hadir Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP), yang mendorong perubahan sistemik pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

ISWMP tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), namun juga menyasar penataan kelembagaan pengelolaan sampah, regulasi, pembiayaan, dan perubahan perilaku masyarakat. Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Cilegon, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan, dan Bank Dunia (selaku pemberi pinjaman). Program ini mendorong reformasi sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, ST., MM ketika memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Workshop Penguatan Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh ISWMP, mengatakan:

“Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih sistematis dan berkelanjutan, sejalan dengan misi Pemerintah Kota Cilegon untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/9). 

Salah satu strategi ISWMP bersama Pemerintah Kota Cilegon untuk meningkatkan aspek peran serta masyarakat adalah melalui paket pekerjaan Peningkatan Peran Aktif Masyarakat(PPAM).

Salah satu kegatan yang dilakukan oleh tim PPAM Kota Cilegon adalah mengadakan pilot project di RT 19 RW 09, Kelurahan Bagendung—tepatnya di kawasan Perumahan Bukit Asri Kota Cilegon, yang berlokasi tidak jauh dari TPA sampah Bagendung.

Pilot project ini mulai dilaksanakan pada bulan Desember 2024 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara kolaboratif. Di tingkat pusat dan provinsi, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten turut mendampingi jalannya kegiatan.

Dan di tingkat lokal, DLH Kota Cilegon, pemerintah kelurahan, serta jajaran RT/RW berperan aktif dalam mobilisasi dan fasilitasi warga.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan kuat dari komunitas lokal, seperti Bank Sampah Al-Bustaniyah dan komunitas peduli lingkungan Cinta Bersih. Tak hanya itu, kolaborasi lintas sektor semakin diperkuat dengan keterlibatan sektor swasta dan lembaga sosial, termasuk Cakra Buana dan Vital Ocean Indonesia, yang memberikan kontribusi nyata dalam edukasi dan penyediaan sarana.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa perubahan dalam pengelolaan sampah dapat terwujud melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta yang bekerja dalam satu visi: membangun sistem persampahan berbasis partisipasi dan kesadaran kolektif.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.