- Home
-
- Megapolitan
-
- Memprihatinkan, 1.500 Pere...
Memprihatinkan, 1.500 Perempuan dan Anak di DKI Jakarta Jadi Korban Kekerasan pada 2025
Selasa, 16 Sep 2025, 12:58 WIBJAKARTA â Kondisi memprihatinkan ternyata dialami kaum perempuan dan anak-anak di DKI Jakarta. Sepanjang 2025 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mencatat lebih dari 1.500 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan yang sudah ditangani Unit Pelaksana Teknis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPPA) sejak Januari hingga pertengahan September 2025.
âData PPPA hingga 12 September 2025 mencatat lebih dari 1.500 korban kekerasan yang kami sudah tangani. Anak itu tidak hanya laki-laki saja, itu juga anak perempuan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta, Iin Mutmainah di Jakarta, Selasa (16/9).
Iin saat menjadi pembicara pada acara Bicara Kota Series #18 bertema "Feminist Urbanism: Mewujudkan Kota yang Adil Gender" mengatakan, tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat setiap tahun.
Pada tahun 2024, terdapat 2.041 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, atau naik dari tahun 2023 yakni sebanyak 1.682 kasus.
Dia berpendapat, tren kenaikan ini salah satunya menunjukkan bahwa masyarakat sudah berani melapor pada pihak berwenang karena edukasi terkait perlunya melapor bila menjadi korban kekerasan.
âWarga sudah berani speak up (bicara). Jadi, pengetahuan sudah menyampaikan ke mereka, edukasi dari Dinas DPAPP DKI, dan semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain yang terkait untuk menyuarakan secara masif (terkait kekerasan)," kata dia.
Di sisi lain, Pemprov DKI menyediakan kanal-kanal pengaduan yang memudahkan masyarakat, diantaranya melalui aplikasi JAKI, Siaga 112, hingga pos pengaduan kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Khusus untuk pos pengaduan, kata Iin, saat ini jumlahnya sudah mencapai 44 pos dan tersebar di setiap kecamatan se-Jakarta.
Dia menambahkan, Pemprov DKI pun bekerja sama dengan seluruh komponen pentahelix untuk terus meningkatkan konsep layanan publik yang semakin dekat dan cepat, transparan, akuntabel, dan secara integrasi.
"Kami melakukan sosialisasi, menjalin komunikasi dengan berbagai LSM dan LBH, setiap pemerhati perempuan dan anak, termasuk pengelola moda transportasi untuk memberikan sosialisasi kepada penumpang, dan kemudian juga dengan tempat-tempat yang di ruang publik, yang kita harapkan ruang ini menjadi aman dan nyaman buat perempuan," katanya.
- Kekerasan Perempuan dan anak
- DKI Jakarta
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Pelaku Penembakan Hadapi Dakwaan Percobaan Pembunuhan Presiden Trump
-
Sisa 10 Hari! DJP Kejar 2,5 Juta SPT Lagi, Cek Cara Lapor 'Nihil' Paling Cepat di Sini
-
Sinner Tebar Ancaman di Musim Turnamen Tanah Liat
-
Nestle Indonesia Perluas Jaringan Nestlé Waste Station ke Alfamart untuk Perkuat Ekonomi Sirkular
-
Pemerintah Dorong Water Taxi Bali, ASDP Perkuat Integrasi Antarmoda Nasional
-
DPRD DKI Dorong Jakarta Punya RS Khusus Narkoba
-
Arsenal Pantau Endrick, Arteta Siapkan Perombakan Lini Serang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.