Hindari Letusan Gunung Lewotobi, Rute Lomba Balap Sepeda Tour d’Entete Diperbarui

Selasa, 16 Sep 2025, 14:33 WIB

JAKARTA – Guna mengantisipasi letusan Gunung Lewotobi Laki-laki, maka Panitia Tour d’ Entete 2025 terpaksa membarui rute balap sepeda skala internasional tersebut di Puau Flores. Ini dilakukan usai para pembalap menjajal rute pulau Timor dan Pulau Sumba.

Direktur Event Tour d’ Entete 2025 Jannes Eudes Wawa mengatakan ada dua etape atau rute yang terpaksa dibatalkan dan dipindahkan ke daerah lain karena alasan kondisi alam. “Jadi karena kondisi alam erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki sehingga rutenya berpindah,” katanya.

Ket. Foto: balap sepeda — Sumber: ist

Dia mengatakan seharusnya usai dari Sumba, para pembalap akan naik kapal dan turun di Larantuka sehingga start etape 6 dimulai dari Laratuka, Kota Larantuka menuju Maumere Kabupaten Sikka. Namun, karena kondisi alam akibat erupsi gunung Lewotobi maka rute diubah. Namun, tetap di pulau Sumba dari Tambolaka Kabupaten Sumba Barat menuju Waingapu Sumba Timur.

Selain Larantuka-Maumere, rute Maumere-Ende juga dibatalkan dengan alasan yang sama di mana seharusnya pelaksanaan startnya dimulai pada hari Rabu (17/9) besok. “Sebelumnya para pembalap dari Waingapu ke Tambolaka. Sebagai ganti Larantuka-Maumere, mereka kembali jajal jalanan Tambolaka-Waingapu,” ujar dia.

Lalu pada Rabu (17/9) para pembalap akan kembali naik kapal menuju ke Ende dan pada Kamis (18/9) mulai jajal jalanan di pulau Flores Ende-Mbay. Jannes mengatakan memang ada perubahan rute, tetapi panjang jalurnya tetap sama yakni sekitar 1.500 kilometer dan tiga pulau besar di NTT. Sampai sejauh ini ujar dia di tengah berbagai persiapan yang dilaksanakan hanya dalam waktu 3 hingga 4 bulan pelaksanaan Tour de Entete 2025 berjalan dengan lancar.

Sementara itu, hadirnya Tour d’Entete 2025 di Pulau Sumba disambut meriah warga. Mereka berbondong-bondong menyaksikan aksi para pembalap dari 13 negara itu. Warga rela berjam-jam berdiri di bawah terik matahari untuk memberikan semangat dan sorakan yang menjadi motivasi tersendiri bagi para pembalap untuk terus menjaga performa.

Sejak pagi hari, area start di Desa Karipi sudah dipadati warga. Mereka rela kepanasan demi menyaksikan langsung ajang balap sepeda internasional yang untuk pertama kalinya digelar di daerah mereka. Para remaja putri dengan pakaian adat turut memeriahkan prosesi pelepasan pembalap. Suasana semakin hidup saat para peserta membubuhkan tanda tangan di papan daftar hadir sebelum start.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.