Mobil Listrik Lagi Tren, Perhatikan Tips Ini Jika Anda Mau Beli Kondisi Bekas
Minggu, 14 Sep 2025, 19:16 WIBJAKARTA - Tren mobil listrik semakin ramai, tidak hanya untuk mobil baru, tetapi juga pasar mobil listrik bekas. Namun, membeli mobil listrik bekas tidak bisa asal pilih. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar tidak merugi.
Dihubungi Antara dari Jakarta, Sabtu (13/9), Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, memberikan beberapa tips penting yang patut diperhatikan sebelum calon konsumen meminang kendaraan listrik bekas.
âPerhatikan umur kendaraan. Semakin muda kendaraan tersebut, maka harga jualnya semakin tinggi. Mobil yang lebih baru biasanya memiliki performa mesin yang lebih baik dan teknologi yang lebih mutakhir.â kata Agung Iskandar
Calon konsumen kendaraan listrik bekas juga diharuskan untuk memperhatikan baterai dari kendaraan listrik tersebut mulai dari kondisi terkini hingga kriteria garansi baterai yang menjadi piranti penting dalam memilih kendaraan listrik bekas.
âKapasitas baterai yang lebih besar biasanya punya harga yang lebih tinggi juga, serta jarak tempuh yang lebih jauh,â ujar dia.
Selanjutnya yang juga patut untuk diperhatikan adalah jarak tempuh kendaraan tersebut. jangan sampai calon pembeli terkecoh dengan jarak tempuh yang tidak real atau sudah dimodifikasi.
Agung menjelaskan bahwa jarak tempuh yang tinggi cenderung dijual dengan harga lebih murah. Hal ini karena banyak keausan pada berbagai komponen, sehingga membutuhkan perawatan dan penggantian suku cadang.
Usahakan mencari kendaraan listrik dengan jarak tempuh yang masih tidak terlalu tinggi. hal ini bertujuan untuk mencegah biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan oleh calon pembeli di kemudian hari.
âSedangkan semakin kecil odometer yang tercatat, berarti mobil tersebut jarang digunakan, sehingga komponennya masih dalam kondisi baik, sehingga wajar saja jika harga jualnya lebih mahal,â ungkap dia.
Perhatian selanjutnya adalah mengecek keaslian dokumen yang dimiliki oleh kendaraan tersebut, mulai dari STNK, BPKB dan faktur pembelian.
Selain itu, calon konsumen juga perlu untuk meminta bukti garansi tertulis baterai karena komponen ini merupakan bagian paling mahal dari mobil listrik. Biasanya garansi baterai tersebut lebih lama dari garansi mobil.
Dan yang terakhir adalah periksa buku servis, karena perawatan baterai dan sistem kelistrikan tegangan tinggi memerlukan teknisi terlatih dan peralatan khusus. Riwayat servis yang lengkap bisa menjadi indikasi kesehatan baterai yang baik. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Polres Metro Tangerang Kota Tingkatkan Patroli Rumah Kosong Selama Masa Mudik Lebaran 2026
-
Mobil Listrik Tiba-Tiba Mati di Rel Kereta? Ini Penjelasan Pakar ITB
-
Perkembangan Kriteria MABIMS dalam Penentuan awal Bulan Hijriah
-
Libur Lebaran, Warga Serbu Blok M Naik MRT Jakarta dengan Tarif Rp1
-
Penggantian Baterai Mobil Listrik, Simak Mekanisme dan Perkiraan Biayanya!
-
Ferrari Perkenalkan Mobil Listrik Pertama, Luce, Segini Harganya!
-
Mobil Listrik Ditinggal Lama? Pakar ITB Sarankan Lepas Terminal Aki dan Jaga Baterai 40–60 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.