- Home
-
- Megapolitan
-
- DPRD DKI Jakarta: Transfor...
DPRD DKI Jakarta: Transformasi Hunian Vertikal Harus Ramah Disabilitas dan Berkeadilan Sosial
Sabtu, 13 Sep 2025, 16:45 WIBJAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pembangunan hunian vertikal atau rumah susun (rusun).
Menurut dia, pembangunan rusun tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus mengedepankan aspek kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberlanjutan. Salah satu hal krusial adalah memastikan hunian ramah bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
Ghozi mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan sekitar 38 ribu unit rusun melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) serta BUMD. Namun, jumlah itu masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
âTujuan utama pembangunan adalah memastikan masyarakat memiliki rumah yang layak huni, bukan sekadar punya tempat tinggal. Jangan sampai niat menata kawasan kumuh justru berakhir dengan membangun rusun yang kumuh,â ujar dia, Kamis (11/9) lalu.
Ia menjelaskan, rusun yang ideal bagi Jakarta sebagai kota global harus terintegrasi dengan baik. Hal ini mencakup hunian yang ramah disabilitas, berbasis konsep ramah lingkungan, serta terhubung langsung dengan moda transportasi publik seperti MRT dan Transjakarta.
Selain itu, Ghozi juga mendorong konsep hunian campuran (mixed use) yang menggabungkan masyarakat berpenghasilan rendah dengan kelompok menengah agar tidak menimbulkan kesenjangan sosial.
Ia juga mengingatkan dua hal penting lainnya dalam pembangunan hunian vertikal yakni kepastian hukum dan pemberdayaan ekonomi penghuni rusun.
âBanyak warga masih mempertanyakan kejelasan status unit yang ditempati, apakah bisa diwariskan atau beralih menjadi kepemilikan. Di sisi lain, warga juga perlu diberdayakan secara ekonomi, misalnya melalui festival UMKM atau koperasi perumahan,â papar dia.
Menurut Ghozi, transformasi hunian vertikal di Jakarta harus berpihak pada manusia.
âRusun itu bukan sekadar bangunan, tetapi kehidupan manusia di dalamnya. Karena itu, pembangunan hunian vertikal harus benar-benar memberi manfaat bagi warga,â pungkas dia. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Menteri Ekraf Optimistis Film Indonesia Bisa Mendunia
-
Libur Lebaran, Telaga Sarangan Diserbu Hampir 70 Ribu Pengunjung
-
Pertamina: Stok BBM di Halmahera Tengah Aman
-
Kepiting Kenari, Satwa Dilindungi Bernilai Tinggi, Diamankan Karantina Sulsel
-
APBD Tetap Aman di Tengah Tekanan, DPRD-Pemprov Kompak Jaga Program Prioritas Jakarta
-
Pemprov Bali Mulai Larang Sampah Organik Masuk TPA Suwung
-
Waktu Tunggu Haji Kota Bandung Capai 27 Tahun, Daftar Sekarang Bisa Berangkat Usia 39
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.