Anggaran Pemeliharaan Taman Median jalan di Karawang Capai Rp781 Juta

Sabtu, 13 Sep 2025, 10:07 WIB

Karawang -- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp781 juta untuk pemeliharaan taman median jalan interchange Karawang Barat.

Kabid Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang Dede Pramiadi Asmara di Karawang, Sabtu, mengatakan dana sebesar Rp781 juta yang sempat ramai diperbincangkan merupakan pagu anggaran, bukan nilai kontrak pekerjaan pemuliaan tanah dalam pemeliharaan taman.

Ket. Foto: Taman median jalan Interchange Karawang Barat. — Sumber: ANTARA/Ali Khumaini

Untuk nilai pekerjaan pemeliharaan taman di median jalan interchange Karawang Barat itu sebesar Rp625 juta, yang bersumber dari APBD Karawang tahun 2025.

Pengerjaan pemeliharaan taman di median jalan interchange Karawang Barat meliputi pembersihan rumput beserta akar-akarnya, penggemburan tanah, pemupukan menggunakan sekam, pupuk kompos dan pupuk kandang, hingga penanaman tanaman.

Menurut dia, penyebaran sekam hanya salah satu bagian dari proses pemuliaan tanah dan bukan satu-satunya item pekerjaan.

Sekam yang digunakan dalam proyek ini mencapai 284 meter kubik atau setara 35,5 ton. Konversi sekamnya 1 meter kubik sama dengan 125 kilogram.

Selain penyebaran sekam, kata dia, juga disiapkan sekitar 31 ribu polybag bibit tanaman untuk ditanam setelah tahap pemupukan selesai.

"Jenis tanaman yang akan ditanam, antara lain pandan afrika, wera merah (bunga sepatu), wera tricolor, heliconia orange, heliconia golden torch, dan tanaman alamanda," kata dia.

Ia berharap masyarakat dapat memahami kalau pekerjaan ini merupakan proses bertahap yang membutuhkan waktu dan perhatian secara detail.

"Kita pastikan seluruh tahapan dilakukan sesuai rencana dan spesifikasi teknis," katanya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat di Karawang Asep Agustian menyayangkan betapa besarnya nilai pemeliharaan taman.

"Ini pemeliharaan ya, bukan membuat taman baru. Beberapa pohonnya masih ada di median jalan itu," katanya.

Ia menilai kalau hal tersebut merupakan bagian dari pemborosan. Belum lagi mengenai proses pemeliharaan taman tersebut yang di dalamnya terdapat penyebaran sekam.

Menurut dia, penggunaan sekam di median jalan interchange arawang Barat yang merupakan jalur padat kendaraan sangat berbahaya.

"Sekam itu disebar di sepanjang taman median jalan, tanpa ditutupi terpal. Bagaimana kalau terjadi angin kencang dan sekam itu mengenai mata pengendara motor, apa tidak berbahaya," katanya.

Ia berharap Dinas Lingkungan Hidup Karawang serius dalam menata dan mempercantik "wajah" Karawang dengan taman-taman yang bagus.

"Ini yang terjadi proyek taman di Karawang hampir setiap tahun ada, pengerjaannya pun kebanyakan di titik yang itu-itu saja. Bahkan, sampai ada penanaman tanaman baru, padahal di area taman tersebut masih ada tanamannya," kata dia.

  • pemeliharaan taman

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.